Barometer Bali | Denpasar – Dewa Mahayadnya atau yang akrab disapa Dewa Jack resmi mengemban amanah sebagai Ketua ORADO Provinsi Bali masa bakti 2026 – 2030 di Denpasar, Jumat (10/4/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus mendorong pengembangan olahraga domino agar lebih terarah, profesional, dan berorientasi prestasi.
Usai dilantik, Dewa Jack menegaskan bahwa prioritas utama kepengurusannya adalah memperluas dan memperkuat organisasi hingga ke tingkat kabupaten/kota. Pembentukan pengurus cabang mulai digencarkan sebagai fondasi dalam membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, ORADO Bali langsung menggulirkan program kompetisi berjenjang. Dimulai dari Kejuaraan Cabang (Kejurcab), atlet terbaik akan melaju ke Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), sebelum disiapkan berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Bogor.
“Pembentukan pengurus cabang sudah berjalan. Selanjutnya kami menggelar kejuaraan cabang, pemenangnya akan bertanding di tingkat provinsi hingga kejuaraan nasional,” ujar Dewa Jack, Jumat (10/04/2026).
Sementara itu, Kejurprov ORADO Bali 2026 kini memasuki fase kompetitif dengan pembagian grup yang diprediksi berlangsung sengit. Pada kategori senior, Grup A dihuni Tabanan, Gianyar, Karangasem, dan Bangli, sedangkan Grup B mempertemukan Klungkung, Denpasar, Badung, dan Buleleng.
Untuk kategori junior, Grup A diisi Klungkung, Bangli, Buleleng, dan Karangasem, sementara Grup B dihuni Badung, Gianyar, dan Tabanan. Komposisi ini dinilai akan menghadirkan persaingan ketat sejak babak awal.
Dewa Jack menekankan bahwa pembinaan atlet menjadi kunci dalam mengubah stigma masyarakat terhadap permainan domino. Selama ini kerap dipandang negatif, domino kini diarahkan menjadi olahraga prestasi dengan aturan baku dan sistem pertandingan profesional.
Permainan yang sebelumnya identik dengan hiburan santai kini diubah menjadi kompetisi resmi dengan kehadiran wasit untuk menjamin sportivitas. Dalam format baru, domino dimainkan secara berpasangan dengan regulasi ketat yang menuntut strategi dan kerja sama tim.
Lebih lanjut, Dewa Jack optimistis domino akan segera diakui sebagai cabang olahraga resmi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Saat ini, Orado telah terbentuk di 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota di Indonesia.
Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, menambahkan bahwa pihaknya terus melengkapi persyaratan administratif guna memperoleh pengakuan dari KONI. Menurutnya, secara organisasi ORADO telah memenuhi kriteria, termasuk cakupan kepengurusan nasional.
Ia juga menyebut Kejuaraan Nasional pada 24–26 April menjadi bagian penting dalam memperkuat legitimasi tersebut. Komunikasi dengan KONI pusat pun terus dilakukan secara intensif.
ORADO menargetkan domino dapat dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Tak hanya itu, organisasi ini juga tengah menyiapkan langkah ekspansi ke level internasional melalui pembentukan federasi domino di Asia hingga dunia.
“Target kami tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga internasional. Kami ingin domino berkembang menjadi olahraga global dengan sistem yang terstandarisasi,” tutup Giri. (rah)











