Barometer Bali | Denpasar – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DPD Bali siap menggelar ajang sport tourism bergengsi bertajuk Bali Tourism Run 2026. Event lari ini akan dilaksanakan pada Minggu, 21 Juni 2026, dengan mengambil lokasi di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, yang telah mendunia sebagai situs warisan budaya.
Tidak sekadar ajang olahraga biasa, Bali Tourism Run 2026 dirancang sebagai motor penggerak ekonomi lokal, promosi pariwisata berkualitas, sekaligus langkah awal menyambut Road to 100 Years of Bali Tourism (Menuju 100 Tahun Pariwisata Bali) pada tahun 2027.
Ketua DPD ASITA Bali sekaligus penginisiasi event, I Putu Winastra, mengungkapkan bahwa pemilihan Jatiluwih sebagai lokasi memiliki alasan kuat. Selain karena reputasinya yang telah diakui organisasi dunia, event ini menjadi momentum untuk membuktikan bahwa Jatiluwih aman, nyaman, dan sangat layak dikunjungi.
“Melalui Bali Tourism Run ini, kita mau menunjukkan kepada masyarakat dan wisatawan bahwa Jatiluwih adalah destinasi berkualitas yang memberikan kenyamanan berwisata,” ujar Putu Winastra dalam sesi konferensi pers, Senin (18/5/2026).
Lebih lanjut, Winastra menjelaskan bahwa ASITA ingin mendorong wisatawan tidak hanya sekadar datang foto-foto lalu pulang.
“Bagaimana mereka bisa meng-experience, discover kulinernya, kemudian langsung menginap di desa wisata atau homestay sekitar. Kami juga melibatkan UMKM lokal Tabanan agar pariwisata ini memberikan positive impact to the community,” imbuhnya.
Ditambahkan Wakil Ketua Panitia I Ketut Purna atau akrab disapa Jhon K Purna pihaknya mengangkat tema ‘The Journey Begin from Jatiluwih’, yang menggambarkan daya tarik wisata (DTW) Jatiluwih sebagai tempat pertama penyelenggaraan Bali Tourism Run yang diakui sebagai Situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.
“Persiapan kita pengaturan lalu lintas, parkir dan di desa kita akan libatkan Polres, Polsek dan Pecalang,” imbuh tuan rumah Manager Jatiluwih ini.
Sebagai destinasi yang mengedepankan kelestarian alam, pihak panitia menegaskan tidak akan mengorbankan lingkungan demi mengejar jumlah peserta. Aspek carrying capacity (daya tampung) Jatiluwih menjadi prioritas utama.
Ketua Panitia Bali Tourism Run 2026, I Wayan Suberata, menjelaskan bahwa kategori yang dibuka adalah rute 5K dengan target 2000 peserta.
Wayan menambahkan, momentum event pada 21 Juni sangat pas karena bertepatan dengan masa libur sekolah, Hari Bung Karno, dan rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB). Sehari sebelum lari, tepatnya Sabtu, 20 Juni 2026, masyarakat juga bisa menikmati Jatiluwih Festival.
Ia menambahkan, sejak registrasi dibuka pada 13 Mei lalu, saat ini sudah ada lebih dari 100 pelari yang mendaftar, dan angka ini diprediksi akan melonjak tajam setelah konferensi pers digelar.
Sisi Sosial ASITA: Ada Beasiswa dan Bedah Rumah
Selain urusan teknis dan logistik yang sudah matang dipersiapkan, Bali Tourism Run 2026 juga membawa misi kemanusiaan yang menjadi ciri khas gerakan sosial ASITA selama ini.
Koordinator Logistik dan Perlengkapan, Ketut Sediya Yasa, menyampaikan bahwa seluruh kebutuhan pelari seperti jerseydan medali kini sedang digarap agar acara berjalan lancar. Di sisi lain, aksi sosial (charity) juga melekat erat dalam event ini.
“ASITA tidak hanya bergerak di bidang biro perjalanan, tetapi juga aktif di bidang sosial. Untuk Bali Tourism Run ini, kami akan memberikan dukungan berupa beasiswa kepada dua anak kurang mampu. Selain itu, kami juga menyelipkan program bantuan bedah rumah,” papar Sediya Yasa.
Bagi para pencinta lari dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam terasering Jatiluwih sambil berolahraga dan berbagi, pendaftaran Bali Tourism Run 2026 saat ini masih dibuka secara online dihttps://runon.id/product/run-on-bali-culture-run-2026.
– Early Bird : 250K (Mulai 13 Mei – 21 Mei 2026)
– Regular : 300K (Mulai 22 Mei, 2026)
Event ini didukung penuh oleh Gubernur Bali, Bali Tourism Board (BTB), Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta berkolaborasi dengan 32 stakeholder pariwisata di Bali. Target ke depannya, Bali Tourism Run akan menjadi agenda tahunan yang digelar bergilir di berbagai kabupaten di Bali.***










