Generasi Golden Memories vs Gen Z: Dua Dunia, Dua Karakter Berbeda

IMG-20251022-WA0005
Generasi Golden Memories dengan nilai moral dan kedisiplinannya jadi mentor bagi Gen Z, generasi muda dapat membantu transformasi digital. (barometerbali/ilustrasi)

Barometer Bali | Denpasar — Perbedaan antara generasi lama yang kerap disebut Generasi Golden Memories dengan Generasi Z kini menjadi sorotan menarik di tengah perubahan sosial dan teknologi yang cepat. Kajian dari berbagai lembaga internasional seperti Pew Research Center, McCrindle Research, hingga World Economic Forum menunjukkan adanya kesenjangan nilai, pola pikir, dan gaya hidup antar generasi.

Generasi Golden Memories, yang tumbuh pada era 1970–1990-an, dikenal dengan karakter disiplin, loyal, dan memiliki nilai moral yang kuat. Mereka terbentuk dalam masa penuh keterbatasan, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang tahan banting, sabar, serta menjunjung tinggi sopan santun dan kebersamaan.
“Generasi ini sangat menghargai proses dan memiliki etos kerja yang kuat. Loyalitas dan tanggung jawab adalah nilai utama,” ungkap pengamat budaya Prof. Rhenald Kasali dalam salah satu kajiannya.

Berita Terkait:  Tingkatkan Kualitas Branding, UMKM Olahan Pangan Buleleng Mulai Sentuh Teknologi Modern

Sementara itu, Generasi Z—yang lahir antara 1997 hingga 2012—hidup di era serba digital dan informasi instan. Mereka dikenal kreatif, cepat beradaptasi dengan teknologi, serta lebih terbuka terhadap perubahan. Namun, sisi lain dari kemajuan teknologi membuat mereka cenderung mudah terdistraksi dan rentan terhadap tekanan sosial media.
“Gen Z memiliki potensi besar dalam inovasi digital, tapi perlu bimbingan nilai agar tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi,” ujar sosiolog muda Dr. Hikmat Darmawan dalam sebuah tulisan.

Berita Terkait:  Lepas Fun Run Surya Metu Festival, Wabup Tjok Surya Ajak Masyarakat Promosikan Pariwisata Nusa Penida Lewat Olahraga

Kajian dari Pew Research Center dan McCrindle Research juga menunjukkan bahwa perbedaan ini bukan sekadar soal usia, tetapi mencerminkan perubahan paradigma global—dari era kerja keras dan kesabaran menuju era kecepatan, kreativitas, dan efisiensi digital.

Meski berbeda, keduanya bisa saling melengkapi. Generasi Golden Memories dengan nilai moral dan kedisiplinannya dapat menjadi mentor bagi Gen Z, sementara generasi muda dapat membantu transformasi digital yang lebih cepat dan efektif.

Berita Terkait:  Bali Mandarin Academy Hadirkan Pengajar dari Tiongkok, Jurnalis Ikuti Kelas Mandarin Online

Kombinasi nilai tradisional dan inovasi modern inilah yang diharapkan mampu menciptakan harmoni sosial dan kemajuan bersama di tengah era digital yang dinamis. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI