Barometer Bali | Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta, mengingatkan agar tidak lagi muncul narasi yang menggiring opini publik seolah-olah terjadi rivalitas antara Kejaksaan Agung dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, isu tersebut tidak membawa manfaat bagi upaya penegakan hukum di Indonesia.
Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu menilai wacana yang mempertentangkan dua institusi penegak hukum terbesar di Indonesia justru kontraproduktif dan berpotensi mengganggu kepercayaan publik.
“Ya itu isunya tepatnya tidak produktif. Jadi sesama lembaga penegakan hukum yang besar, polisi kita sangat besar dan kuat, kejaksaan kita juga sangat besar dan kuat,” ujar Parta kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Parta menegaskan, Polri dan Kejaksaan memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menegakkan hukum. Karena itu, kedua institusi semestinya memperkuat kolaborasi dan menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing, bukan terjebak dalam narasi persaingan.
“Oleh karena itu, terjadinya rivalitas dan wacana seperti itu, itu tidak produktif. Oleh karena itu agar polisi Indonesia, kejaksaan Indonesia kembali ke realnya masing-masing,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat menghentikan narasi yang berpotensi memecah hubungan antarlembaga penegak hukum. Dengan sinergi yang solid dan profesionalisme yang terjaga, Parta meyakini kepercayaan masyarakat terhadap sistem penegakan hukum akan semakin kuat. (red)










