Jelang Musim Hujan, Anggota DPRD Kota Denpasar Yonathan Baskoro Desak Pemkot Atasi Titik Rawan Banjir

IMG-20261104-WA0080
Anggota DPRD Kota Denpasar, Yonathan A. Baskoro, saat ditemui di Denpasar pada Rabu (4/11/2026).(Barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Menjelang musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar didorong untuk segera mengantisipasi potensi banjir dan genangan yang kerap terjadi saat hujan. Pembenahan drainase lingkungan, pengerukan sungai, hingga pemetaan titik rawan banjir dinilai menjadi langkah mendesak untuk mengantisipasi Banjir.

Anggota DPRD Kota Denpasar, Yonathan A. Baskoro, meminta Pemkot Denpasar memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menangani sungai-sungai yang mengalami pendangkalan akibat tingginya sedimentasi.

Menurutnya, pendangkalan sungai dapat mengurangi daya tampung air sehingga meningkatkan risiko luapan ketika hujan turun.

“Saya mendorong Pemerintah Kota Denpasar untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait pengerukan sungai-sungai yang sedimennya sudah tinggi. Kalau itu tidak segera dikeruk, daya tampungnya pasti akan meluap meskipun hujan hanya sedikit,” ujar Yonathan saya di temui di Denpasar, pada Rabu (4/11/2026).

Berita Terkait:  Buntut Kelangkaan BBM, Kunjungan Wisatawan ke DTW Jatiluwih Anjlok Hampir 50 Persen

Ia menjelaskan, penanganan banjir tidak boleh hanya berfokus pada sungai-sungai besar yang berada di tepi jalan. Drainase di jalan lingkungan dan kawasan permukiman juga harus menjadi perhatian, mengingat wilayah tersebut kerap terdampak ketika aliran air tidak tertampung dengan baik.

Dalam rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup, Yonathan mengaku telah meminta agar pengerukan drainase di titik-titik rawan banjir segera dilakukan.

“Jangan hanya berfokus pada sungai-sungai besar yang terlihat di pinggir jalan, karena justru wilayah hilirnya ada di permukiman penduduk,” tegasnya.

Selain pengerukan, ia menyoroti pentingnya penanganan material sedimentasi setelah pekerjaan selesai. Menurutnya, sedimen hasil pengerukan tidak seharusnya dibiarkan menumpuk di tepi sungai karena dapat mengganggu kebersihan lingkungan dan berpotensi kembali masuk ke aliran sungai.

Berita Terkait:  Lima Komisioner KPAD Bali Resmi Dilantik, Fokus Cegah Perundungan dan Radikalisme pada Anak

“Kalau sudah dikeruk, sedimennya jangan hanya dibuang di pinggir bibir sungai lalu ditinggal. Selain merusak estetika dan membuat sampah, saat hujan atau tertiup angin kerikilnya akan masuk lagi ke sungai,” katanya.

Berdasarkan hasil serap aspirasi masyarakat saat reses, Yonathan menyebut kawasan Kerta Dalem sebagai salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian serius dalam penanganan banjir.

Ia menjelaskan, kondisi jalan utama yang lebih tinggi dibandingkan jalan lingkungan menyebabkan air berpotensi mengalir ke kawasan permukiman yang lebih rendah. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika drainase tersumbat atau belum tersedia.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Sambut Pangdam IX/Udayana, Perkuat Sinergi Jaga Bali

“Di bagian jalan utamanya tinggi, lalu saat masuk ke jalan lingkungan posisinya menurun, tetapi drainasenya tersumbat dan bahkan banyak yang belum ada. Saat kali di Kerta Dalem meluap, air pasti akan mengalir ke jalan lingkungan yang lebih rendah,” ungkapnya.

Yonathan menyebut banjir yang terjadi di kawasan tersebut pada tahun lalu bahkan mencapai ketinggian sepinggang orang dewasa. Kondisi ini, menurutnya, menjadi peringatan agar penanganan dilakukan sebelum curah hujan meningkat.

Ia pun meminta Pemkot Denpasar lebih intensif memetakan titik-titik rawan banjir dengan turun langsung ke lapangan, memeriksa kondisi saluran air, serta menyerap keluhan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai.

“Pemetaan titik rawan ini harus lebih intens dilakukan oleh pemerintah kota dengan turun langsung ke jalan dan penduduk,”pungkasnya. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI