Kebersihan Lingkungan Kunci Pariwisata Berkelanjutan, Putri Koster Ajak Masyarakat Bergerak

IMG_20261021_161052
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mendampingi kunjungan kerja Tim Pembina Posyandu Pusat dalam rangka penguatan peran Posyandu untuk mendukung penanganan sampah di Desa Songan A, Kintamani, Bangli, pada Selasa (20/10/2026).(Barometerbali/Istimewa)

Barometer Bali | Bangli – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai fondasi kesehatan masyarakat sekaligus kunci menjaga keberlanjutan pariwisata Bali. Upaya tersebut perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk kader Posyandu.

Hal tersebut disampaikan Putri Koster saat mendampingi kunjungan kerja Tim Pembina Posyandu Pusat dalam rangka asistensi penguatan peran Posyandu untuk mendukung penanganan sampah di Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (20/10/2026).

Dalam kegiatan yang diikuti 150 kader Posyandu dari 15 banjar di Desa Songan A tersebut, Putri Koster menegaskan bahwa lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental masyarakat.

Karena itu, kesadaran menjaga kebersihan harus dibangun menjadi kebiasaan sehari-hari. Orang tua juga diharapkan menanamkan nilai-nilai kebersihan kepada anak sejak dini agar tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

Berita Terkait:  Kejati Bali Tetapkan Dirut PT Danau Winata Indah Tersangka, Dugaan Kerugian Negara Rp100 Miliar

Putri Koster secara khusus mengingatkan pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya sejak dari sumber. Pengelolaan sampah yang baik merupakan langkah nyata untuk mencegah pencemaran lingkungan sekaligus meminimalkan risiko penyakit.

Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut kelestarian lingkungan, kehidupan sosial masyarakat, dan keberlangsungan kebudayaan Bali. Oleh sebab itu, penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber serta pembatasan penggunaan plastik sekali pakai perlu terus diperkuat.

Dalam upaya tersebut, kader Posyandu memiliki peran strategis untuk mengedukasi masyarakat dan mendorong perubahan perilaku, dimulai dari keluarga hingga lingkungan desa. Keterlibatan aktif masyarakat diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Umum Tim Pembina Posyandu Pusat, Safriati Safrizal, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan salah satu modal utama dalam menjaga daya tarik Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

Menurut Safriati, kenyamanan dan kesehatan lingkungan menjadi faktor penting yang turut memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung. Citra Bali sebagai destinasi wisata unggulan harus didukung kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari persoalan sampah, khususnya plastik sekali pakai.

Berita Terkait:  Bunda Rai Tinjau 3 Besar Lomba Posyandu 6 SPM, Perkuat Pembinaan dan Optimalisasi Pelayanan Dasar Masyarakat

Apabila kebersihan lingkungan tidak terjaga, kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan wisatawan dan berdampak terhadap citra pariwisata Bali. Karena itu, penanganan sampah membutuhkan komitmen bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Safriati juga mengapresiasi Provinsi Bali atas pelaksanaan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Posyandu. Ia menilai penguatan peran Posyandu perlu terus dikembangkan dengan menyesuaikan kegiatan pemberdayaan masyarakat terhadap kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.

Safriati mendorong kader Posyandu agar tidak hanya menjalankan pelayanan dasar, tetapi juga mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di Bali, misalnya, pemberdayaan dapat dilakukan melalui pelatihan keterampilan bagi generasi muda, seperti pemandu wisata, fotografi, dan peningkatan kemampuan bahasa asing.

Selain itu, kader Posyandu diharapkan memperkuat pendataan masyarakat serta melakukan pelayanan secara proaktif dengan mendatangi warga secara langsung. Langkah tersebut penting untuk memastikan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses, kelompok rentan, maupun warga yang membutuhkan pelayanan tetap mendapatkan perhatian.

Berita Terkait:  Mitigasi Keadaan Darurat, Bandara I Gusti Ngurah Rai Gelar Latihan Skala Penuh Airport Emergency Exercise

Rangkaian kunjungan kerja tersebut juga diisi dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas sanitasi komunal di Kantor Desa Songan A. Pembangunan fasilitas yang direncanakan mulai dilaksanakan pada November 2026 itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan sekaligus mendukung kesehatan masyarakat setempat.

Fasilitas sanitasi komunal di Desa Songan A merupakan satu dari 10 fasilitas yang dialokasikan untuk Provinsi Bali. Tiga di antaranya diperuntukkan bagi Kabupaten Bangli, masing-masing di Desa Songan A, Desa Songan B, dan Desa Belandingan.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan lingkungan. Melalui kolaborasi pemerintah, kader Posyandu, dan masyarakat, kesadaran menjaga kebersihan diharapkan semakin tumbuh sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung keberlanjutan pariwisata Bali. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI