Barometer Bali | Denpasar – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta buka suara setelah menjadi sorotan publik karena dinilai tidak terlihat saat krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda Bali pada pertengahan Oktober 2026.
Giri Prasta mengatakan bahwa sebagai wakil gubernur dirinya menjalankan tugas sesuai dengan arahan yang disampaikan gubernur.
Gubernur dan wakil gubernur katanya, memiliki tugas baik dalam urusan pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, posisi wakil gubernur adalah mendukung gubernur dan tidak melampaui kewenangan kepala daerah.
Menurutnya, pola kerja tersebut juga berlaku dalam hubungan kepemimpinan di tingkat pemerintah lainya mulai dari presiden dan wakil presiden hingga bupati atau wali kota bersama wakilnya.
“Yang penting bagaimana caranya agar betul-betul paket ini, siapa pun paket gubernur, wali kota, dan bupati, harus bersinergi,” ujarnya saat ditemui di kantor DPRD provinsi Bali usai sidang paripurna, pada Senin (26/10/2026).
Giri Prasta juga menekankan bahwa visi dan misi pemerintahan berada pada gubernur sebagai kepala daerah. Karena itu, wakil gubernur bertugas mendukung pelaksanaan visi dan misi tersebut.
“Visi dan misi pun tidak ada visi dan misi Wakil Gubernur. Visi dan misi itu karena visi dan misi Gubernur. Kami mendukung sepenuhnya,” katanya.
Terkait penanganan krisis BBM di Bali, Giri Prasta menilai bahwa Gubernur Koster telah mengambil langkah of out the box.
Giri Prasta pun membantah bahwa dirinya tidak dilibatkan, ia mengatakan pada hari pertama Bali dilanda krisis BBM, ia mendampingi Gubernur Koster rapat dengan pertamina.
“Ketika rapat pertama kami mendampingi,” terangnya.
Begitupun hari-hari berikutnya, Giri mengatakan bahwa pesan Gubernur Koster adalah meminta dirinya ikut mengatasi persoalan kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang di Bali. (rian)










