Barometerbali.com | Denpasar – I Gusti Kade Wiasa dari UD Bakti Pertiwi, selaku penyedia bibit durian Kane untuk program Pendidikan Politik (Dikpol) DPD Partai Golkar Bali, memberikan klarifikasi atas isu seputar bantuan bibit durian di Kabupaten Jembrana. Ia menegaskan bahwa tidak ada masalah besar dalam proses pengadaan bibit tersebut.
“Hanya keterlambatan pembayaran. Itu saja masalahnya. Sekarang sudah puput, sudah selesai,” ungkap Gusti Wiasa singkat kepada awak media. Ia juga menyambut baik langkah koordinatif yang dilakukan oleh DPD Provinsi dan mengapresiasi inisiatif penyelesaian yang tengah berjalan.
Sementara itu, DPD Partai Golkar Provinsi Bali juga memberikan klarifikasi terkait bantuan bibit durian kepada para petani di Jembrana. Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, menyatakan bahwa program ini merupakan hasil kesepakatan antara DPD Provinsi, DPD Kabupaten, dan para calon legislatif (caleg) untuk mendukung para petani.
“Untuk kewajiban dari DPD Provinsi Bali sudah kami tunaikan dengan baik, bahkan sebelum pemilu legislatif berlangsung,” jelas Sugawa Korry di Denpasar, Minggu (20/4/2025). Pengadaan bibit dipercayakan kepada Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Petani (BP3P) Golkar Bali yang diketuai Jro Putu Tesan, dan pelaksanaannya dilakukan oleh I Gusti Kade Wiasa. DPD Provinsi telah melakukan pembayaran senilai Rp100 juta.
Sugawa Korry menambahkan bahwa bibit telah didistribusikan kepada para caleg untuk diteruskan ke petani, dengan daftar penerima tercatat secara resmi oleh DPD Golkar. Namun, karena kesibukan pasca-Pileg dan persiapan Pilkada, koordinasi lanjutan dengan DPD Kabupaten Jembrana dan para caleg belum sempat dilakukan. Hal ini menyebabkan sebagian kewajiban pembiayaan dari pihak kabupaten dan caleg masih tertunda.
“Setelah hari raya, kami akan segera melaksanakan koordinasi lanjutan. Pertemuan direncanakan pada 25 April 2025 untuk menyelesaikan seluruh kewajiban bersama DPD Kabupaten, para caleg terpilih, dan pihak pengadaan bibit,” lanjut Sugawa Korry.
Ia berharap semua pihak bisa hadir agar persoalan ini selesai secara kekeluargaan. “Kami berterima kasih atas perhatian semua pihak. Semoga melalui komunikasi yang baik, semua persoalan dapat diselesaikan dengan solusi yang saling menguntungkan,” pungkasnya.
Diketahui, dari total pesanan sebanyak 9.850 bibit durian dengan harga Rp35.000 per bibit, nilai transaksi mencapai Rp344.750.000. Dari jumlah itu, sisa pembayaran sebesar Rp244.750.000 akan dibahas dan diselesaikan dalam pertemuan mendatang. (red)









