Koster: Akses Bandara Ngurah Rai Harus Dibenahi Demi Jaga Citra Pariwisata Bali

IMG_20260615_233508-1536x1022
Foto: Gubernur Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6/2026). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Badung – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya percepatan pembenahan akses transportasi menuju dan keluar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai langkah strategis menjaga kualitas layanan sekaligus citra pariwisata Bali. Menurutnya, kemacetan di kawasan bandara tidak boleh dibiarkan berlarut karena dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan yang datang ke Pulau Dewata.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6/2026).

Dalam arahannya, Koster mengatakan Bandara Ngurah Rai merupakan pintu gerbang utama Bali yang menjadi titik pertama maupun terakhir bagi jutaan wisatawan. Oleh sebab itu, akses transportasi yang lancar menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman positif wisatawan selama berkunjung ke Bali.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Jajaki Kerja Sama Strategis di London, Siapkan Bali Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah dan Transportasi Hijau

Menurutnya, persoalan kemacetan di jalur menuju maupun keluar bandara kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada citra Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

“Penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian yang sangat mendesak karena berkaitan dengan isu kemacetan. Kalau tidak diantisipasi, tentu akan memengaruhi citra pariwisata Bali,” ujar Koster.

Ia memaparkan, tingginya mobilitas penumpang melalui Bandara Ngurah Rai menjadi alasan utama perlunya penataan akses transportasi yang lebih baik. Sepanjang tahun 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang tiba melalui Bandara Ngurah Rai mencapai sekitar 7,05 juta orang. Sementara itu, wisatawan domestik tercatat mencapai 9,2 juta orang, sehingga total pergerakan penumpang menembus lebih dari 16 juta orang.

Dengan jumlah tersebut, menurut Koster, sistem transportasi di kawasan bandara harus mampu mengakomodasi arus kendaraan secara lebih efektif agar tidak menimbulkan kemacetan yang berulang.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Apresiasi Inovasi Peed Aya PKB XLVIII 2026: Libatkan Anak-anak, Difabel, hingga Aksi Bersih Sampah

Karena itu, ia meminta forum diskusi yang digelar tidak hanya menghasilkan kajian akademis, tetapi juga rekomendasi yang dapat segera diwujudkan di lapangan.

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tidak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar efektif,” tegasnya.

Koster juga mengajak seluruh instansi terkait memperkuat koordinasi dalam menyusun langkah penanganan kemacetan di kawasan bandara. Menurutnya, penguatan aksesibilitas transportasi membutuhkan dukungan semua pihak agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih cepat.

Selain penataan jalur lalu lintas, ia turut menyoroti rencana pengembangan fasilitas Bandara Ngurah Rai, termasuk perluasan area parkir dan terminal. Ia berharap pihak pengelola bandara dapat segera merealisasikan rencana tersebut untuk meningkatkan kapasitas pelayanan seiring meningkatnya jumlah penumpang setiap tahun.

Berita Terkait:  Rem Diduga Blong, Truk Bermuatan 35 Ton Semen Tabrak Pohon dan Tiang Listrik di Kerambitan

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT Angkasa Pura Indonesia, Ferry Kusnowo, mengatakan FGD tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya. Forum ini bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan kajian penguatan aksesibilitas transportasi menuju dan dari Bandara Ngurah Rai.

Menurut Ferry, penyelesaian persoalan akses transportasi bandara memerlukan pendekatan yang terintegrasi, dilakukan secara bertahap, serta melibatkan kolaborasi antara pemerintah, pengelola bandara, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam forum tersebut, akademisi Universitas Udayana, Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya, turut memaparkan hasil kajian mengenai penguatan aksesibilitas transportasi Bandara Ngurah Rai yang selanjutnya mendapat berbagai masukan sebagai bahan penyempurnaan sebelum menjadi rekomendasi kebijakan. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI