Barometer Bali | Badung — Upaya menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama keberhasilan program pembinaan warga binaan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan melalui kegiatan penggeledahan kamar hunian secara acak. Langkah preventif ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi risiko gangguan keamanan sekaligus memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif dan humanis.
Penggeledahan yang dilaksanakan pada Kamis malam (23/4/2026) tersebut melibatkan sinergi lintas instansi, terdiri dari 30 petugas internal Lapas Kerobokan, 8 personel Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, serta dukungan 6 personel TNI, 5 anggota Polri, dan 10 petugas Badan Narkotika Nasional (BNN). Kegiatan difokuskan pada pemeriksaan 12 kamar hunian warga binaan secara acak sebagai bagian dari deteksi dini potensi gangguan keamanan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah konkret menjaga integritas lingkungan pemasyarakatan agar tetap bersih dari barang terlarang.
“Sinergi ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam menjaga integritas hunian agar tetap bersih dari benda terlarang, demi kenyamanan warga binaan dalam berproses menjalani pembinaan,” ujar Hudi Ismono.
Ia menambahkan bahwa stabilitas keamanan menjadi prasyarat penting agar seluruh program pembinaan berjalan optimal dan berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik.
Kegiatan ini juga sejalan dengan misi strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya komitmen memberantas peredaran narkoba dan barang terlarang di lingkungan Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah memberikan apresiasi atas kolaborasi solid lintas instansi yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pengawasan yang terukur dan akuntabel di lingkungan pemasyarakatan.
“Keterlibatan unsur TNI, Polri, dan BNN dalam kegiatan ini merupakan bentuk penguatan pengawasan yang strategis dan akuntabel. Ini menunjukkan bahwa pemasyarakatan terus bertransformasi tidak hanya menjaga secara fisik, tetapi juga membimbing dengan nurani menuju perubahan yang lebih baik bagi warga binaan,” tegas Decky.
Melalui langkah preventif yang konsisten dan sinergis, Lapas Kerobokan menegaskan komitmennya menjaga lingkungan hunian tetap aman, tertib, serta mendukung proses pembinaan warga binaan secara berkelanjutan menuju masa depan yang lebih produktif. (red)










