Mendiktisaintek Dorong Seleksi Mahasiswa Baru FK melalui Skema Beasiswa Pemerintah Daerah

IMG-20260613-WA0007_e09idwz602
Foto: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto saat menghadiri peresmian FK Unima, Kamis (11/6). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Minahasa – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengapresiasi skema penerimaan mahasiswa angkatan pertama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Manado yang menyediakan kuota bagi 50 mahasiswa putra-putri daerah dengan pembiayaan penuh dari pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Utara. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian FK Unima, Kamis (11/6).

Menurut Menteri Brian, tantangan sektor kesehatan di Indonesia saat ini bukan hanya soal jumlah dokter, tetapi juga pemerataan distribusi tenaga medis agar dapat melayani daerah-daerah yang masih membutuhkan.

“Kita memahami bahwa tantangan kesehatan Indonesia saat ini tidak semata-mata jumlah dokter, tetapi juga distribusi dokter untuk bertugas di daerah yang memang membutuhkan. Saya bahagia karena selain membuka FK, Unima juga memperluas akses mahasiswa baru dari tiap kota, kabupaten, dan provinsi. Ini adalah capaian luar biasa,” ujarnya.

Berita Terkait:  Semarak Bulan Bung Karno, TP PKK dan WHDI Denpasar Gelar Beragam Lomba Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Semangat Inklusivitas

Lebih lanjut, Mendiktisaintek menyampaikan bahwa tim di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah mempelajari sekaligus mulai menyebarluaskan model seleksi FK Unima ke sejumlah fakultas kedokteran lain di Indonesia. Model tersebut dinilai mampu memperkuat pemerataan layanan kesehatan melalui pengembangan dokter yang berasal dari masing-masing daerah.

Mendiktisaintek menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang tidak dapat diukur hanya dari aspek biaya. Skema yang dijalankan FK Unima dinilai menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Rektor Unima, Joseph Philip Kambey menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa angkatan pertama FK Unima dilakukan melalui jalur rekomendasi pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Utara yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Berita Terkait:  Tabanan Luncurkan Katalog UMKM “Jayaning Singasana”, Dorong Promosi Produk Lokal Berdaya Saing

Skema tersebut memadukan kebijakan afirmatif daerah dengan seleksi akademik berstandar nasional serta psikotes yang ketat. Proses seleksi mahasiswa baru FK Unima juga melibatkan Universitas Brawijaya sebagai fakultas kedokteran pembina.

Sebanyak 50 kursi disediakan dengan pembiayaan penuh dari pemerintah daerah dan dibagi secara merata antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Namun demikian, Unima tetap mengedepankan kualitas calon mahasiswa. Pada tahap seleksi pertama, sebanyak 37 peserta dinyatakan memenuhi standar kelulusan nasional, sementara 13 kursi yang tersisa akan kembali diperebutkan melalui seleksi tahap berikutnya.

“Kami meyakini langkah yang kita resmikan hari ini akan menjadi gelombang perubahan besar di masa depan. Dengan dukungan dari Kemdiktisaintek, Pemerintah Sulawesi Utara, para kepala daerah, serta bimbingan tiada henti dari FK Universitas Brawijaya sebagai mentor, FK Unima akan tegak berdiri menjadi mercusuar keadilan kesehatan,” ujar Rektor Unima.

Berita Terkait:  Ladies Program Rakerkomwil IV APEKSI Kenalkan Seni dan Tradisi Bali di Puri Jero Kuta

Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek juga berpesan kepada mahasiswa angkatan pertama FK Unima agar memanfaatkan beasiswa yang diterima dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, beasiswa bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi juga amanah masyarakat dan negara untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas di daerah masing-masing.

Melalui peresmian FK Unima, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan kedokteran yang berkualitas sekaligus mendukung pemerataan dokter di berbagai daerah. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, rumah sakit mitra, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi model pengembangan pendidikan kedokteran yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI