Barometer Bali | Badung – Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mengatasi persoalan keterbatasan air bersih di wilayah Kute Selatan. Salah satu langkah yang ditempuh yakni menyiapkan penyertaan modal sebesar Rp70 miliar kepada Perumda Air Minum Tirta Raharja Utama.
Bupati Badung, Adi Arnawa, mengatakan, persoalan air bersih di Bandung Selatan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi geografis serta meningkatnya aktivitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut menjadi faktor yang turut meningkatkan kebutuhan air bersih.
“Terus terang saja, debit air yang masuk ke selatan masih terbatas. Tetapi, kita juga tahu seiring dengan pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sana sangat masif. Tentu ini berdampak terhadap peningkatan kebutuhan air bersih,” ujarnya usai mengikuti rapat paripurna ke-10 DPRD kabupaten Badung, pada Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, penyertaan modal tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan jaringan perpipaan sekaligus mempercepat penyediaan air baku agar dapat dialirkan ke wilayah Bandung Selatan.
Pemerintah daerah juga mendorong Perumda Air Minum Tirta Raharja Utama melakukan berbagai langkah alternatif dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Selain mengoptimalkan pemanfaatan air permukaan, perusahaan daerah tersebut mulai mengembangkan teknologi pengolahan air laut atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).
“Ke depan, kita juga mendorong diversifikasi sumber air bersih. Sekarang PDAM sudah melakukan langkah-langkah secara paralel, termasuk penerapan SWRO. Saat ini masih dalam proses, baik perizinan maupun pembangunan infrastrukturnya,” jelasnya.
Adi Arnawa berharap, berbagai upaya tersebut dapat memberikan hasil nyata secara bertahap pada 2027. Ia juga meminta masyarakat bersabar karena penyelesaian persoalan air bersih membutuhkan proses dan pembangunan infrastruktur.
“Kita yakin secara bertahap persoalan air di Bandung Selatan ini bisa kita atasi. Saya tahu masyarakat membutuhkan air, dan itu wajar. Karena itu, pemerintah sedang berupaya memenuhi kebutuhan air bersih di Bandung Selatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan air bersih menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah mengingat kebutuhan masyarakat terus meningkat seiring perkembangan kawasan Bandung Selatan. (rian)










