Pemkab Bangli Sepakati Integrasi Digital dan Penguatan Keamanan Siber

IMG-20261029-WA0068_8PXEj0N06W
FGD - Pemerintah Kabupaten Bangli terus memperkuat transformasi digital melalui Focus Group Discussion (FGD) Collaborative for Integrated Digital Transformation Government (CITA GOV), Kamis (29/10/2026), di Ruang Rapat Krisna, Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli. (Barometer Bali/rah/red)

Barometer Bali | Bangli – Pemerintah Kabupaten Bangli terus memperkuat transformasi digital melalui Focus Group Discussion (FGD) Collaborative for Integrated Digital Transformation Government (CITA GOV), Kamis (29/10/2026), di Ruang Rapat Krisna, Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan menghadirkan narasumber Aris Kurniawan, S.Sos.,M.Com. Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan Danang Jaya dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Asisten I Setda Kabupaten Bangli, I Made Ari Pulasari, berharap CITA GOV menjadi landasan dalam membangun tata kelola pemerintahan digital yang terpadu, efisien, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Berita Terkait:  Bupati Satria Tegaskan Komitmen Jaga Adat dan Agama di Tengah Modernisasi

“Transformasi digital harus dibangun secara terpadu, bukan berjalan sendiri-sendiri di masing-masing perangkat daerah. Kami berharap melalui CITA GOV, pelayanan publik semakin mudah, cepat, aman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, peserta FGD memberikan masukan bahwa pengguna layanan digital menginginkan pelayanan yang mudah, terintegrasi dalam satu pintu, mudah diakses, dan aman. Karena itu, pengembangan sistem digital pemerintah perlu mengutamakan kebutuhan pengguna, bukan sekadar memperbanyak aplikasi.

FGD juga menyepakati sejumlah langkah strategis, meliputi verifikasi setiap usulan pengembangan aplikasi dan pengadaan teknologi informasi melalui arsitektur CITA GOV, penyelarasan anggaran berdasarkan hasil evaluasi kelayakan sistem, integrasi data melalui kebijakan Bangli Satu Data, serta penguatan keamanan siber dan perlindungan data pribadi.

Berita Terkait:  Job Fair Kota Denpasar ke-20 Resmi Dibuka, Sediakan 2.898 Lowongan dari 40 Perusahaan

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital membutuhkan keterpaduan sistem sekaligus kolaborasi berbagai pihak.

“Transformasi digital tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi unsur pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan akademisi. Sinergi seluruh unsur ini sangat penting untuk membangun ekosistem digital yang inklusif, inovatif, aman, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Buka Pelatihan PBB-P2, Sekda Surya Suamba Tegaskan Pentingnya Akurasi Pendataan

Selain integrasi aplikasi dan data, FGD mendorong penguatan regulasi melalui Peraturan Bupati tentang CITA GOV serta peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) dalam kepemimpinan digital, literasi data, dan tata kelola teknologi informasi.

Melalui CITA GOV dan kolaborasi pentahelix, Pemkab Bangli berharap transformasi digital tidak sekadar menghadirkan teknologi, tetapi juga mewujudkan pelayanan publik satu pintu yang mudah diakses, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (rah/red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI