Barometer Bali | Denpasar- Proses Pembangunan PSEL Denpasar Raya sudah mencapai 24 Persen, sejak groundbreaking oleh Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan dan CEO Danantara Rosan Roeslani pada 8 Juli 2026, pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya terus dikebut.
Hal tersebut terungkap saat Komisi III DPRD Bali bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan, Senin (2/10/2026).
Kunjungan kerja tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Bali I Nyoman Suyasa. Turut menyertai Anggota DPRD Bali Ni Putu Yuli Artinu, Ni Kadek Darmini, dan I Made Rai Warsa. Hadir juga Kepala Dinas KLH Made Dwi Arbani.
Suyasa mengatakan, kunjungan kerja tersebut bertujuan memastikan pembangunan PSEL Denpasar Raya berjalan sesuai target waktu dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Berdasarkan paparan Dinas KLH dan kontraktor proyek, progres pembangunan saat ini telah mencapai 24 persen. Capaian tersebut dinilai cukup baik mengingat pekerjaan fisik baru dimulai sekitar empat bulan lalu.
“Baru 24 persen. Jadi sudah cukup cepat. Groundbreaking 8 Juli 2026, baru empat bulan sudah mencapai 24 persen,” kata Suyasa.
Ia menjelaskan 24 persen tersebut meliputi penataan lahan dan pemasangan tiang pancang.
Suyasa mengatakan sejauh ini, pembangunan belum menghadapi kendala berarti. Hanya saja, pekerjaan sedikit terhambat lantaran faktor cuaca, terutama hujan yang mulai mengguyur beberapa hari terakhir.
Menurut Suyasa, pekerjaan pengeboran untuk pemasangan tiang pancang membutuhkan kondisi cuaca panas untuk mendukung agar proses pengerjaan dapat berjalan optimal.
Meski demikian, ia meminta kontraktor tetap menjaga kecepatan dan kualitas pekerjaan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Dengan capaian 24 persen ini, Ia berharap fasilitas PSEL Denpasar Raya rampung pada 2027 sehingga dapat mulai beroperasi pada awal 2028.
Suyasa menyebut pembangunan fasilitas tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menangani persoalan sampah di Bali.
Sementara itu, Kepala Dinas KLH Bali Made Dwi Arbani mengatakan, PSEL Denpasar Raya nantinya memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari.
Kapasitas tersebut diharapkan mampu mengolah sebagian besar sampah yang dihasilkan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Kedua daerah tersebut rata-rata menghasilkan sekitar 1.900 ton sampah per hari.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 400 ton sampah per hari yang perlu ditangani melalui pengelolaan dari sumbernya.
“Kelebihan sampah itu akan dikelola dari sumbernya,” kata Arbani.
Ia berharap pengelolaan sampah dari sumber tetap berjalan meskipun fasilitas PSEL nantinya telah beroperasi.
Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan tetap melakukan pemilahan serta pengolahan sampah sejak awal agar beban fasilitas pengolahan dapat dikurangi. (rian)










