Barometer Bali | Klungkung – Pengalaman putra-putri Klungkung yang berkarier di luar daerah dinilai bisa menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan tanah kelahiran. Anggota DPRD Klungkung Putu Tika Winawan mendorong Bupati Klungkung I Made Satria membuka ruang agar mereka dapat ikut berkontribusi.
Putu Tika menilai banyak warga asal Klungkung telah mengembangkan pengetahuan, keahlian, dan jejaring profesional di berbagai daerah maupun sektor. Potensi tersebut perlu dihimpun melalui komunikasi dan kerja sama yang terbuka.
“Jangan sampai putra daerah yang sudah memiliki pengalaman dan kemampuan di luar justru tidak memiliki ruang untuk pulang dan mengabdi di daerahnya sendiri,” kata Putu Tika kepada wartawan di Klungkung, Bali, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah perlu membangun ruang kolaborasi yang mempertemukan keahlian para putra daerah dengan kebutuhan pembangunan Klungkung. Dengan begitu, pengalaman yang diperoleh di luar daerah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa pengabdian tidak selalu berarti menduduki jabatan tertentu. Para profesional, akademisi, pengusaha, hingga generasi muda dapat mengambil peran sesuai kemampuan dan bidang yang mereka tekuni.
Karena itu, Putu Tika mendorong Bupati Made Satria menjalin komunikasi dengan putra-putri Klungkung yang berada di luar daerah. Ikatan dengan tanah kelahiran, ditambah pengalaman yang mereka miliki, dinilai menjadi kekuatan untuk mendukung kemajuan daerah.
“Kalau mereka sudah sukses dan punya pengalaman di luar, tentu pengalaman itu bisa dibawa pulang. Klungkung membutuhkan banyak pemikiran dan energi baru untuk pembangunan,” ujarnya.
Putu Tika berharap kesempatan berkontribusi dibuka secara luas, termasuk bagi mereka yang bekerja di luar pemerintahan. Pembangunan Klungkung, menurutnya, membutuhkan keterlibatan berbagai kalangan dengan keahlian yang saling melengkapi.
Ia juga mengajak putra-putri daerah menjadikan kedekatan dengan Klungkung sebagai dorongan untuk ikut membangun, bukan sebatas menjaga hubungan dengan kampung halaman.
“Tanah kelahiran jangan hanya menjadi tempat untuk pulang saat hari raya. Kalau memiliki kemampuan, mari kita berikan ruang untuk ikut membangun Klungkung,” pungkas Putu Tika. (red)










