SMSI Bali dan ABPEDNAS Bali Dorong Sinergi Kejati, Siapkan Newsroom Jaga Desa

Screenshot_20260813_173926_Photo Editor
Rencana Pembentukan News Room Jaga Desa mengemuka dalam pertemuan jajaran SMSI Bali dan ABPEDNAS Provinsi Bali dengan pihak Kejati Bali di Kantor Kejati Bali, Rabu (12/8/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali mendorong kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali untuk memperkuat publikasi dan edukasi hukum kepada masyarakat desa. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI Provinsi Bali.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan jajaran SMSI Bali dengan Kejati Bali di Kantor Kejati Bali, Rabu (12/8/2026). Pertemuan sekaligus menjadi tindak lanjut surat permohonan audiensi SMSI Bali dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali.

Hadir Ketua SMSI Provinsi Bali Emanuel Dewata Oja, Sekretaris I Gusti Ngurah Dibia, serta Kepala Bidang Hubungan Antarlembaga I Nyoman Arta Wirawan. Dari Kejati Bali hadir Kasi Penerangan Hukum Gede Wiraguna Wiradarma dan staf Kasi 2 Sosbud dari Bagian Intelijen Kejati Bali Gatot Kasmadi. Turut hadir Plt. Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Ida Bagus Alit Sudewa.

Dalam pertemuan tersebut, Emanuel Dewata Oja yang kerap disapa Edo ini memaparkan kelembagaan SMSI Bali sekaligus rencana pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa sebagai tindak lanjut penugasan Pengurus Pusat SMSI kepada kepengurusan SMSI di daerah.

Berita Terkait:  Lanud I Gusti Ngurah Rai Luncurkan Gatra Akasa, E-Magazine Digital Interaktif Pertama dalam Sejarah Pangkalan

Pokja tersebut diarahkan menjadi ruang kolaborasi media dalam mendukung penyebarluasan informasi Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa). Selain publikasi, newsroom diharapkan berperan memberikan edukasi mengenai tata kelola pemerintahan, pembangunan, serta pemanfaatan anggaran desa secara transparan dan bertanggung jawab.

Emanuel menilai media memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem informasi yang sehat hingga tingkat desa. Media, menurutnya, bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan fungsi edukasi serta kontrol sosial secara konstruktif.

“Pokja Newsroom Jaga Desa kami dorong sebagai ruang kolaborasi media untuk memberikan informasi yang edukatif kepada masyarakat desa. Prinsipnya bukan mencari kesalahan, tetapi ikut membangun ekosistem pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan terbuka terhadap informasi publik,” jelas Edo.

Berita Terkait:  Sekretaris SMSI Tabanan Artha Wirawan Siap Maju Pimpin IMI Bali

Ia menegaskan, SMSI Bali akan menjalankan arahan Pengurus Pusat SMSI mengenai pembentukan Pokja Newsroom Jaga Desa dengan tetap berpegang pada profesionalisme jurnalistik serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Bali Gede Wiraguna Wiradarma menyambut komunikasi yang dibangun SMSI Bali. Ia memastikan permohonan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali akan ditindaklanjuti dengan menyesuaikan agenda Kajati.

“Untuk audiensi akan kami tindak lanjuti dan kami informasikan secepatnya. Karena agenda Bapak Kajati cukup padat sampai beberapa bulan ke depan, waktunya akan kami sesuaikan dengan jadwal beliau,” kata Gede Wiraguna.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pintu awal terbangunnya komunikasi yang semakin intensif antara SMSI Bali dan Kejati Bali, khususnya dalam mendukung penyampaian informasi mengenai program kejaksaan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat desa.

Berita Terkait:  Terima Audiensi Tabanan Podcast, Bupati Sanjaya Paparkan Gagasan "Tabanan 100 Tahun ke Depan"

Program Jaga Desa sendiri menjadi salah satu instrumen dalam memperkuat pendampingan dan edukasi hukum bagi pemerintahan desa. Dalam konteks tersebut, jaringan media siber yang tergabung dalam SMSI diharapkan dapat berkontribusi menyampaikan informasi secara objektif, faktual, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.

Emanuel menekankan, sinergi antara kejaksaan, media, dan elemen pemerintahan desa harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Desa membutuhkan informasi yang benar dan edukatif, sementara media membutuhkan akses informasi yang terbuka dan profesional. Ruang sinergi inilah yang ingin kami bangun melalui Pokja Newsroom Jaga Desa,” pungkas Edo.

Selanjutnya, SMSI Provinsi Bali menunggu penjadwalan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali yang diagendakan pada Kamis pekan depan untuk membahas lebih lanjut peluang sinergi serta implementasi Pokja Newsroom Jaga Desa di Bali. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI