Tempo Dinilai Diskreditkan Surya Paloh, Nasdem akan Ambil Langkah Hukum dan Bantah Isu “Merger” Nasdem-Gerindra

20260414_171849
Menurut Senantara, pemberitaan Majalah Tempo pada Senin (13/4/2026) telah mendiskreditkan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sebagai pribadi dan tokoh publik di Indonesia dan juga Partai Nasdem sebagai sebuah institusi disampaikan dalam keterangan pers di kantor Nasdem Bali, Denpasar, Selasa (14/4/2026). (barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Bali menanggapi pemberitaan Majalah Tempo dengan isu utama yakni merger. Dimana disebutkan akan ada merger atau fusi antara Partai Nasdem dengan Partai Gerindra.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW Partai Nasdem Bali, I Nengah Senantara, mengumpulkan seluruh kader Nasdem Bali, mulai para anggota DPRD kabupaten dan provinsi, para pengurus partai dari DPW hingga DPD dan ranting bertemu di Kantor DPW Partai Nasdem Bali di kawasan civic center Renon Denpasar, Selasa (14/4/2026).

Menurut Senantara, pemberitaan Majalah Tempo pada Senin (13/4/2026) telah mendiskreditkan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sebagai pribadi dan tokoh publik di Indonesia dan juga Partai Nasdem sebagai sebuah institusi.

Berita Terkait:  Mobil TNI Tabrak Pemotor di Tabanan, Kapendam IX/Udayana Pastikan Penanganan Transparan

“Kami meminta Majalah Tempo dalam waktu sesingkat-singkatnya agar segera melakukan klarifikasi dan melakukan permohonan maaf secara terbuka ke publik. Bila tuntutan terhadap dua hal ini tidak dilakukan maka Partai Nasdem akan menempuh jalur hukum,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertemuan antara kedua ketua umum partai yakni Nasdem Surya Paloh dan Gerindra Prabowo Subianto sama sekali tidak berbicara soal merger. Sebab, pertemuan kedua ketua umum partai tersebut merupakan hal yang biasa.

Berita Terkait:  Terlibat Peredaran Narkoba-Pembunuhan, Bos Mafia Buronan Interpol Ditangkap di Bali

Lalu kenapa Majalah Tempo menyimpulkan bahwa pertemuan tersebut untuk merger. Ini istilah politik yang sangat konyol, dangkal dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara investigatif sekelas Majalah Tempo. Sebab, merger itu hanya terjadi untuk sebuah perusahaan dan bukan partai.

Sementara di partai lebih dikenal dengan istilah fusi yakni gabungan beberapa partai politik menjadi satu partai.

“Kenapa Majalah Tempo menggunakan istilah merger. Dari mana datanya, dari mana logikanya. Ini sangat mendiskreditkan Partai Nasdem dan Surya Paloh,” ujarnya.

Berita Terkait:  Terseret Ombak Pantai Purnama, Agus Suarsa Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Saba

Ia juga menegaskan, kesimpangsiuran informasi yang dimuat di Majalah Tempo ini sama sekali tidak membuat kader Nasdem terbelah. Justru sebaliknya respon para kader semakin menyala untuk bersatu melawan.

Ditegaskan, bila tidak cepat diatasi, ribuan kader NasDem hampir saja mendatangi Kantor Majalah Tempo. Namun niat ini urung dilakukan setelah dimediasi oleh para pengurus pusat Partai Nasdem di Jakarta.

Ia juga memastikan jika di Bali, seluruh kader Nasmem tetap solid. Dan tidak ada upaya atau melakukan respon berlebihan dari isu merger oleh Majalah Tempo. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI