Barometer Bali | Buleleng – Seorang perempuan asal Banjar Dinas Rarangan, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, mengalami cedera kaki setelah terperosok ke jurang saat mengikuti upacara di Pura Puncak Cemara Geseng, Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, Jumat (24/7/2026).
Korban diketahui bernama Luh Sukerti (40). Insiden terjadi sekitar pukul 14.00 Wita di kawasan pura yang berada pada ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl). Saat hendak beristirahat, korban diduga kurang berhati-hati dan menginjak tanah yang labil hingga terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih satu meter.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 16.00 Wita.
“Kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Korban atas nama Luh Sukerti, perempuan berusia 40 tahun, mengalami cedera pada bagian kaki dan membutuhkan bantuan evakuasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, karena jeda waktu antara kejadian dan pelaporan cukup lama, pihaknya segera berkoordinasi dengan unsur SAR terdekat. Mengingat waktu tempuh dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi sekitar dua jam, korban disarankan lebih dahulu dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Sebanyak enam personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng kemudian diberangkatkan menuju lokasi. Sementara itu, keluarga korban bersama masyarakat, BPBD Kabupaten Buleleng, dan unsur terkait lebih dahulu mencapai lokasi untuk memberikan pertolongan awal.
Tim gabungan melakukan pembidaian pada kaki korban guna meminimalisasi pergerakan akibat cedera sebelum proses evakuasi dilanjutkan.
Setelah berhasil dievakuasi, pada pukul 17.55 Wita korban dirujuk ke RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan ambulans Buleleng Emergency Service (BES) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi terdiri atas enam personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, BPBD Kabupaten Buleleng, Bhabinkamtibmas Desa Sudaji, Bhabinkamtibmas Desa Silangjana, tim medis Buleleng Emergency Service (BES), perangkat Desa Sudaji, keluarga korban, serta masyarakat setempat. (rah)










