Barometerbali.com | Denpasar – Sarapan adalah waktu makan paling krusial untuk mengawali hari.
Di Indonesia, pilihan menu sarapan tradisional sangat melimpah, tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga porsi yang mengenyangkan.
Situs panduan kuliner dunia, TasteAtlas, merilis daftar menu sarapan tradisional terbaik di Indonesia.
Penasaran apa saja kulinernya? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
1. Bubur Ayam (Nasional)
Juara pertama menu sarapan tradisional terbaik di Indonesia jatuh pada bubur ayam dengan rating mengesankan sebesar 4,3!
Hidangan ini begitu kaya tekstur berkat taburan kacang tanah, daun bawang, seledri, bawang goreng, suwiran ayam, dan kerupuk.
Menariknya, kuliner nomor satu ini juga sukses membelah masyarakat menjadi dua sekte: tim diaduk dan tim tidak diaduk.
2. Nasi Goreng (Nasional)
Siapa yang bisa menolak kelezatan nasi goreng?
Menempati posisi runner-up dengan rating 4,2, kuliner sejuta umat ini hadir dalam berbagai variasi regional di Indonesia.
Dilengkapi dengan telur mata sapi dan kerupuk, nasi goreng selalu sukses jadi menu sarapan andalan.
3. Gado-Gado (Jakarta/Jawa)
Sering dijuluki sebagai Indonesian Salad, gado-gado menempati peringkat ke-3 dengan rating 3,9.
Kombinasi sayuran rebus, tahu, tempe, dan telur rebus yang disiram saus kacang ini menjadi semakin padat dan mengenyangkan berkat tambahan potongan lontong.
4. Gudeg (Yogyakarta)
Mengantongi rating 3,7 di posisi ke-4, gudeg adalah menu sarapan kelas berat yang memuaskan.
Satu porsi nasi gudeg Jogja biasanya dilengkapi dengan sayur nangka muda yang manis, krecek pedas, serta pilihan lauk seperti ayam kampung, telur, atau tahu-tempe bacem.
5. Bubur Ketan Hitam (Jawa)
Jika bosan dengan sarapan yang asin, bubur ketan hitam bisa jadi alternatif yang pas.
Memiliki tekstur kental dengan cita rasa manis alami dari ketan hitam, menu tradisional ini disajikan dengan siraman kuah santan yang gurih dan legit.
6. Soto Ceker (Jawa)
Pencinta hidangan berkuah pasti sepakat kalau soto ceker layak masuk daftar.
Berada di posisi ke-6, soto ceker menyajikan kuah kuning kaya rempah yang segar.
Kuliner ini paling nikmat disantap hangat-hangat bersama nasi putih atau irisan lontong.
7. Chai Tow Kway (Komunitas Teochew)
Bergeser ke peringkat ke-7, ada hidangan khas komunitas Tionghoa Teochew.
Sering disebut sebagai carrot cake, kudapan ini sebenarnya tidak terbuat dari wortel, melainkan dari campuran parutan lobak putih, adonan tepung beras, dan telur yang digoreng hingga harum.
8. Arem-Arem (Jawa)
Bagi Anda yang bermobilitas tinggi, arem-arem adalah penyelamat sarapan yang praktis.
Mirip lemper tetapi berukuran lebih besar, arem-arem terbuat dari nasi yang dimasak dengan santan gurih, lalu diisi tumisan sayur, daging, atau oncom, kemudian dikukus dalam balutan daun pisang.
9. Kupat Tahu (Jawa)
Sarapan dengan kupat tahu dijamin bikin Anda berenergi sampai siang.
Hidangan ini memadukan potongan ketupat, tahu goreng, tauge, dan siraman saus kacang yang kental.
Taburan bawang goreng dan kerupuk renyah di atasnya membuat menu peringkat ke-9 ini makin menggugah selera.
10. Papeda (Maluku & Papua)
Berada di posisi ke-10 dengan rating 3,0, ada papeda yang super unik.
Kuliner khas Indonesia Timur berbahan dasar sagu ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal.
Biasanya, papeda disantap bersama kuah kuning ikan yang segar.
Cara makannya pun ikonik, yaitu menggunakan sepasang sumpit untuk melilit bubur sagu tersebut sebelum dipindahkan ke piring. (ari)











