Barometer Bali | Yogyakarta – Provinsi Bali berhasil meraih peringkat kedua nasional dalam Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Capaian ini menempatkan Bali sebagai salah satu daerah dengan kualitas demokrasi terbaik di Indonesia.
Dalam rilis data BPS, Bali mencatat skor 88,73 poin dan berada tepat di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menempati posisi pertama dengan skor 89,79. Sementara posisi ketiga ditempati Jawa Tengah dengan skor 86,72.
Indeks Demokrasi Indonesia merupakan instrumen pengukuran yang digunakan BPS untuk melihat perkembangan demokrasi di setiap provinsi melalui sejumlah indikator, mulai dari kebebasan sipil, hak-hak politik, hingga kapasitas lembaga demokrasi.
Pencapaian Bali dinilai mencerminkan kuatnya partisipasi masyarakat, stabilitas sosial yang terjaga, serta terbukanya ruang demokrasi di daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, Bali juga menunjukkan tren peningkatan kualitas demokrasi secara konsisten.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Nanda Pratama, dalam forum pembahasan Indeks Demokrasi Indonesia 2025 menegaskan pentingnya peningkatan kualitas demokrasi yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.
“Harapannya nilai IDI DIY akan meningkat sebagai cerminan peningkatan kualitas perilaku demokrasi pemerintah dan masyarakat,” ujar Nanda Pratama.
Sementara itu, dalam forum demokrasi di Bali, para pemangku kepentingan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kualitas demokrasi daerah.
“Pentingnya forum semacam ini sebagai wadah memperkuat indeks demokrasi Indonesia melalui kolaborasi aktif seluruh pemangku kepentingan,” demikian disampaikan dalam forum penguatan demokrasi di Bali.
Berikut 5 besar Indeks Demokrasi Indonesia 2025 versi BPS:
DI Yogyakarta – 89,79
Bali – 88,73
Jawa Tengah – 86,72
Kalimantan Barat – 86,17
Jawa Timur – 84,05. (red)











