Mundur dari BGN, Nanik Deyang Malah Ditawari Jadi Ketua Dewan Pengawas

kepala_badan_gizi_nasional_bgn_nanik_s._deyang_mengundurkan_diri_1784681296
Nanik S. Deyang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah mendapat persetujuan Presiden untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. (barometerbali/instagram)

Barometer Bali | Jakarta – Nanik S. Deyang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah mendapat persetujuan Presiden untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Kendati tak lagi memimpin BGN, ia mengaku tetap diminta berperan dalam mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui pernyataan yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Rabu (22/7/2026), Nanik menjelaskan bahwa keputusan mundur diambil karena kondisi kesehatannya yang mengharuskannya menjalani pengobatan sekaligus memperoleh second opinion di luar negeri. Ia menegaskan langkah tersebut bukan karena meragukan kualitas tenaga medis di Indonesia.

Berita Terkait:  Hoaks Klaim PTUN Menangkan Gugatan Lift Kaca Kelingking, Proses Sidang Masih Berjalan

“Saya sampaikan ke Presiden dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” tulis Nanik.

Menurut Nanik, Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memintanya untuk memimpin lembaga tersebut sebagai ketua. Dengan peran itu, ia mengaku masih dapat memberikan masukan dan menjalankan fungsi pengawasan, meski tidak lagi terlibat dalam pengelolaan keuangan lembaga.

Berita Terkait:  Konsulat Australia Pererat Kemitraan dengan Media di Bali, Soroti Kolaborasi Pendidikan hingga Lingkungan

Sebelum mengakhiri masa jabatannya, Nanik menyebut telah melakukan berbagai langkah pembenahan di internal BGN. Salah satunya dengan mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, serta Kejaksaan guna memperkuat profesionalisme organisasi.

Selain itu, BGN juga telah membentuk 11 tim reformasi yang bertugas mengevaluasi pelaksanaan Program MBG secara menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup ketepatan penyaluran kepada lebih dari 62 juta penerima manfaat, penilaian terhadap 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, hingga penguatan implementasi program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Berita Terkait:  Dari Bali untuk Indonesia, Teknologi Pengolahan Sampah Organik SOMYA Dilirik Kota Makassar

Nanik berharap kepemimpinan baru di BGN dapat meneruskan agenda reformasi yang telah berjalan. Sementara itu, ia memilih memprioritaskan pemulihan kesehatannya sesuai rekomendasi keluarga dan tim medis.

“Mari kita dukung program MBG. Bismillah ini akan membawa kebaikan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah,” tutupnya. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI