Mahasiswa Unmas Denpasar Ajak Warga Manukaya Olah Sampah Organik Menjadi Eco-Enzyme

Screenshot_20260826_122140_Photo Editor
Mahasiswa Unmas Denpasar mengajak warga Banjar Penendengan, Tampaksiring, Gianyar, mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme dalam kegiatan pengabdian masyarakat, Sabtu (15/8/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Gianyar – Mahasiswa Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar mengajak masyarakat Banjar Penendengan, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, mengolah sampah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, (15/8/2026) tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Mengusung tema “Generasi Peduli Lingkungan: Aksi Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Eco-Enzyme untuk Mewujudkan Desa Bersih dan Sehat”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sisa buah dan sayuran dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Berita Terkait:  Dies Natalis ke-24, ITB STIKOM Bali Perkuat Jejaring Internasional dan SDM Teknologi

Dalam laporannya, Ketua Panitia I Wayan Arta Dipayana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat mengelola sampah organik mulai dari rumah tangga.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong warga untuk mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Narasumber eco-enzyme, Ni Ketut Yudani, menjelaskan pengertian, bahan, proses pembuatan, serta manfaat eco-enzyme dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terkait:  Mahasiswa Kehilangan Motor karena Kunci Masih Menempel, Resmob Polda Bali Ringkus Pelaku di Pererenan

“Kebiasaan memilah dan mengolah sampah organik dari rumah dapat membantu mengurangi timbulan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” tandasnya.

Setelah menerima materi, ibu-ibu PKK dan anggota Subak mengikuti praktik pembuatan eco-enzyme menggunakan sisa buah dan sayuran, gula merah atau molase, serta air. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Perbekel Desa Manukaya, I Kadek Sukariada, SE, mengapresiasi kegiatan mahasiswa Unmas Denpasar karena memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh warga.

Berita Terkait:  Nutur Hukum Adat Bali, FH Unmas Denpasar Perkuat Kompetensi Dosen melalui Dialog Bersama Guru Besar

“Kami berharap pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme dapat terus dilakukan dan dikembangkan di lingkungan Desa Manukaya,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Pengolahan sampah organik menjadi eco-enzyme diharapkan dapat mendukung terwujudnya Desa Manukaya yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI