Pemkot Denpasar Gandeng Kementerian dan World Bank Optimalisasi Pengelolaan Sampah

IMG-20250805-WA0009_JaSPJd6i4B
Foto: rapat koordinasi antara Pemerintah Kota Denpasar yang dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dengan Direktur SUPD I Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, perwakilan Kementerian PUPR Direktorat Sanitasi Edison Siagian, dan Ketua CPMU ISWMP World Bank, Sandhi Eko Bramono. (barometerbali/ayu/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi permasalahan sampah secara menyeluruh, dari hulu ke hilir. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin sinergi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Sanitasi, serta World Bank melalui program Integrated Sustainable Waste Management Program (ISWMP).

Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan rapat koordinasi antara Pemerintah Kota Denpasar yang dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dengan Direktur SUPD I Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, perwakilan Kementerian PUPR Direktorat Sanitasi Edison Siagian, dan Ketua CPMU ISWMP World Bank, Sandhi Eko Bramono.

Berita Terkait:  Bupati Satria Hadiri Rakor Forkopimda se-Bali, Kawal Lima Poin Penekanan Strategis Arahan Presiden RI

Dalam paparannya, Wakil Wali Kota Arya Wibawa menegaskan bahwa Pemkot Denpasar senantiasa mengoptimalkan pengelolaan sampah dengan mengusung pendekatan inovatif, salah satunya melalui inovasi Teba Modern.

“Teba Modern merupakan bentuk adaptasi dari kearifan lokal masyarakat Bali dalam mengelola sampah organik. Dengan konsep ini, warga dapat mengelola sampah daun dan sisa tanaman di pekarangan rumah mereka melalui lubang atau sumur khusus yang menghasilkan kompos alami,” ujar Arya Wibawa.

Berita Terkait:  Gubernur Bali dan Wawali Arya Wibawa Lepas 5.000 Pelari di Sanur Bali International Half Marathon 2026

Langkah ini, lanjutnya, tidak hanya mendekatkan pengolahan sampah ke sumbernya, namun juga berkontribusi dalam mengurangi beban TPA dan mendukung ekonomi sirkular.

Sementara itu, Edison Siagian dari Direktorat Sanitasi Kementerian PUPR menekankan pentingnya penyediaan sarana pendukung dalam pengelolaan sampah, seperti tempat pengumpulan sampah terpilah, sarana pengangkutan residu hasil olahan, serta pengoptimalan operasional dan pemeliharaan fasilitas pengolahan sampah yang sudah ada.

Berita Terkait:  Made Sutama Ketua KONI Badung 2025-2029, Bupati: Fokuskan Pembinaan Atlet dan Sarana Prasarana Olahraga

Inisiatif Pemerintah Kota Denpasar yang dianggap mampu menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan kearifan lokal.

Dengan sinergi antar lembaga pusat dan daerah, pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kota Denpasar diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kualitas hidup secara keseluruhan. (ayu/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI