Apakah Sebaiknya Telur Disimpan di Kulkas? Berikut Jawaban Ilmiahnya

BARO FEB F 44
Ilustrasi telur di kulkas, menyimpan telur sebaiknya di kulkas. (barometerbali/dok.© Shutterstock/Lee-Studio)

Barometerbali.com | Denpasar – Menyimpan telur sebaiknya di kulkas atau di suhu ruang?

Perdebatan ini kerap muncul di media sosial hingga meja makan.

Namun, sains punya jawaban yang tegas: Ya, simpan telur di kulkas.

Di Eropa, banyak orang yang terbiasa menyimpan telur di suhu ruang.

“Telur nggak perlu masuk kulkas,” kata mereka santai.

Tapi di Amerika Serikat, reaksi bisa sangat berbeda.

“Itulah sebabnya kamu kena Salmonella!” teriak mereka.

Lantas siapa yang benar? Bagaimana sebenarnya sains menjelaskan hal ini?

Lapisan Pelindung Alami Telur

Saat seekor ayam betina bertelur, permukaan cangkang telur dilapisi lapisan pelindung alami yang disebut kutikula.

Lapisan ini sebagian besar terdiri dari glikoprotein, dengan sedikit karbohidrat dan lemak.

Fungsi utamanya adalah melindungi bagian dalam telur dari serangan bakteri, termasuk Salmonella, dengan cara menutup pori-pori kecil pada cangkang.

Menariknya, ketebalan kutikula bisa berbeda-beda tergantung pada usia dan jenis ayam.

Berita Terkait:  Bikin Nagih! 7 Jajanan Buka Puasa Terlaris yang Selalu Diburu, Mana Favoritmu?

Kenapa Telur Dicuci di Amerika?

Pada tahun 1970-an, karena kekhawatiran soal penyakit bawaan makanan, industri telur di Amerika Serikat mulai mewajibkan proses pencucian telur sebelum dijual.

Praktik ini kemudian diikuti Kanada, Jepang, dan sebagian Skandinavia—tapi tidak dilakukan di sebagian besar negara Eropa.

Menurut Dr. Bryan Quoc Le, pakar sains pangan dan penulis 150 Food Science Questions Answered, mencuci telur memang menghilangkan kotoran dan kontaminan seperti feses atau tanah yang menempel.

Namun, proses ini juga menghilangkan kutikula, yang membuat telur rentan terhadap masuknya bakteri.

Maka dari itu, telur yang sudah dicuci harus disimpan di kulkas untuk memperlambat pertumbuhan bakteri.

“Begitu kutikula hilang, telur harus didinginkan,” jelas Dr. Le.

Bagaimana dengan Telur yang Tidak Dicuci?

Secara teori, telur yang belum dicuci bisa disimpan di suhu ruang selama beberapa minggu tanpa masalah, selama kutikulanya masih utuh.

Namun, Dr. Le mengingatkan bahwa kutikula bisa rusak tanpa disadari—misalnya akibat gesekan atau penanganan yang kasar—dan ini bisa membuka jalan bagi Salmonella masuk ke dalam.

Berita Terkait:  Mengenal Workcation, Metode Bekerja sambil Liburan yang Makin Ngetren

Karena itu, penyimpanan di kulkas tetap direkomendasikan, bahkan untuk telur yang tidak dicuci.

Rekomendasi dari Ahli Unggas

Dr. Deana Jones, direktur pusat riset unggas di US National Poultry Research Center, sangat menyarankan penyimpanan telur di suhu dingin.

“Salmonella dan patogen makanan lainnya tidak tumbuh baik di suhu di bawah 7,2°C,” tegasnya.

Ini sejalan dengan pedoman dari FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) yang menyarankan agar telur disimpan dalam karton aslinya di kulkas dengan suhu maksimal 4,4°C.

Apakah Menyimpan Telur di Kulkas Menurunkan Kualitas?

Sebagian orang khawatir bahwa penyimpanan di kulkas bisa merusak rasa atau kualitas telur.

Tapi riset menunjukkan sebaliknya.

Dr. Jones dan timnya melakukan studi untuk menilai kualitas telur yang disimpan dalam berbagai kondisi.

Berita Terkait:  Pengganti Cairan Tubuh yang Menyehatkan, Ini 5 Manfaat Minum Infused Water saat Buka Puasa

Hasilnya mengejutkan:

“Setelah 15 minggu di kulkas, kualitas kuning telur masih lebih baik dibanding telur yang disimpan di suhu ruang selama kurang dari 24 jam,” ujarnya.

Bagaimana dengan Telur Matang?

Menurut FDA, telur yang sudah direbus—baik masih dalam cangkang maupun sudah dikupas—sebaiknya dikonsumsi dalam waktu satu minggu.

Sementara itu, olahan berbasis telur seperti orak-arik atau telur dadar, harus dimakan dalam waktu 3–4 hari jika disimpan di kulkas.

Jika kamu tinggal di negara seperti Amerika Serikat, Kanada, atau Jepang, hampir pasti telur yang kamu beli sudah dicuci—maka wajib disimpan di kulkas.

Di beberapa negara Eropa, telur dijual dalam kondisi belum dicuci, dan secara teori bisa disimpan di suhu ruang selama beberapa minggu.

Tapi karena kutikula bisa rusak tanpa disadari, menyimpan telur di suhu ruang tetap berisiko.

Jadi, pilihan paling aman dan praktis yaitu simpan telur di kulkas. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI