Terlibat Peredaran Narkoba-Pembunuhan, Bos Mafia Buronan Interpol Ditangkap di Bali

IMG_20260331_183253
Konferensi pers penangkapan Bos Mafia Buronan Interpol di Polda Bali, pada Selasa (31/3/2026)(Barometerbali/rian)

Barometer Bali | Denpasar – Bos mafia buronan internasional asal Eropa Steven Lyons ditangkap di Bali setelah dua tahun diburu pihak Kepolisian Spanyol. Ia diciduk sesaat setelah mendarat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Berdasarkan data informasi, Lyons diketahui masuk daftar buronan sejak 2024 terkait kasus pembunuhan di Malaga dan Madrid, Spanyol. Bos jaringan kriminal lintas negara asal Skotlandia bernama “Lyons Crime Family” itu resmi tercantum sebagai buronan Interpol Red Notice dengan nomor register Nomor A-4908/3-2026 tertanggal 26 Maret 2026.

“Dia sudah menjadi DPO Kepolisian Spanyol sejak dua tahun, habis pembunuhan yang 2024, pembunuhan di Malaga dan di Madrid,” kata Sekretaris NCB Interpol Brigjen Pol Untung Widyatmoko di Mapolda Bali, Selasa (31/3/2026).

Berita Terkait:  Sosialisasi PMBG, Tuti Kusuma Wardhani Ajak Masyarakat Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Untung menyampaikan, penangkapan bermula dari informasi yang diterima NCB Interpol Indonesia dari NCB Abu Dhabi terkait pergerakan Lyons menuju Indonesia. Tim gabungan yang terdiri dari Divhubinter Polri, Polda Bali, Polres Bandara Ngurah Rai, dan Imigrasi Ngurah Rai langsung bersiaga di area kedatangan Bandara Ngurah Rai. Ia diketahui terbang dari Singapura.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Minta Pejabat Pemprov Bali Tancap Gas Percepat Pelaksanaan Program Pembangunan

“Tim gabungan langsung mengamankan tersangka di lokasi tanpa ada perlawanan dari yang bersangkutan,” ujar Untung.

Lyons, kata Untung, bukan buronan biasa. Ia disebut sebagai salah satu pelaku kriminal besar yang menjalankan operasi lintas negara, yang bergerak dalam kasus peredaran narkoba, pembunuhan hingga pencucian uang.

Organisasi kriminal ini tidak hanya beroperasi di Eropa tetapi hingga kawasan Timur Tengah, meliputi Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Bahrain, dan Turki.

“Yang jelas dia melakukan pembunuhan, karena ini persaingan antara dua grup kejahatan. Dua kelompok, satu kelompok Daniels dan satu kelompok Lyons yang dua-duanya berasal dari Skotlandia tapi daerah operasinya hampir seluruh Eropa,” pungkasnya.

Berita Terkait:  Musorprov KONI Bali 2026: Koster Tegaskan Era Baru Pembinaan Atlet Berbasis Sistem

Untuk diketahui, penangkapan Lyons menjadi bagian dari Operasi ARMORUM, yakni investigasi gabungan antara Unit Central Operativa (ECO Málaga) Garda Sipil Spanyol dan Kepolisian Skotlandia. Dalam pelaksanaan operasi bersama di Eropa pada 27 Maret 2026, aparat telah melakukan 33 penangkapan di Skotlandia dan 12 penangkapan di Spanyol.
Rencananya Steven Lyons akan diterbangkan ke Spanyol pada esok, 1 April 2026.(rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI