Penataan Tahap II, Gubernur Koster Restorasi 30 Pura di Besakih

Screenshot_20260501_184404_InCollage - Collage Maker
Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi memulai tahap program restorasi Parahyangan atau bangunan pura di kawasan suci Besakih melalui prosesi groundbreaking yang disertai upacara ngeruwak dan mulang dasar bertepatan dengan hari suci Purnama Jiyestha, pada Jumat (1/5/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Karangasem – Penataan kawasan suci Pura Agung Besakih memasuki tahap kedua. Setelah tahap pertama menata infrastruktur pendukung seperti parkir, kios, dan fasilitas umum, Pemerintah Provinsi Bali kini memfokuskan program pada restorasi kawasan Parahyangan sebagai inti spiritual kompleks Besakih.

Program restorasi ini secara resmi dimulai oleh Gubernur Bali Wayan Koster melalui prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dirangkaikan upacara ngeruwak dan mulang dasar di Pura Banua Kawan, Jumat (1/5/2026), bertepatan dengan Purnama Jiyestha.

Dalam sambutannya, Koster menegaskan bahwa penataan Besakih bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah menjaga kesucian pusat spiritual umat Hindu Bali.

“Besakih adalah pusat spiritual dan sumber taksu Bali, bahkan memiliki makna bagi dunia. Karena itu, penataan ini harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran spiritual,” tegasnya.

Sebanyak 30 bangunan pura akan direstorasi pada tahap kedua ini. Rinciannya, 26 pelinggih utama berada di kawasan Pura Agung Besakih dan empat pura pesemeton yang juga memiliki nilai sakral penting.

Berita Terkait:  Dukung Global Hindu Business Conference 2026, Gubernur Koster: Sejalan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Menurut Koster, pendekatan yang digunakan adalah restorasi autentik, bukan sekadar rehabilitasi. Seluruh bangunan akan dikembalikan pada bentuk arsitektur aslinya dengan material tradisional yang seragam dan berkualitas tinggi, seperti kayu dan atap ijuk.

“Kalau kayu, ya pakai kayu. Kalau ukiran, harus sesuai karakter masing-masing pelinggih. Ini bukan restorasi biasa, ini menyangkut harmoni,” ujarnya.

Ia juga menanggapi kritik di media sosial terkait proyek tersebut. Menurutnya, seluruh tahapan penataan telah melalui konsultasi bersama para sulinggih dan bendesa adat.

“Saya tidak bekerja sendiri. Semua dibahas dengan yang memahami Besakih. Kalau ada yang menilai sembarangan, biarlah Ida Betara yang menilai,” katanya.

Didukung BKK Badung Rp203 Miliar

Berita Terkait:  Menteri LH Apresiasi Kerja Gubernur Koster Pilah Sampah Capai Hampir 70 Persen

Pendanaan tahap kedua penataan kawasan suci Besakih mendapat dukungan signifikan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp203 miliar.

Koster menyebut dukungan ini sebagai wujud tanggung jawab bersama seluruh daerah di Bali terhadap keberlanjutan pusat spiritual Pulau Dewata.

“Jangan berpikir Bali itu milik satu daerah. Ini anugerah bersama. Kalau Besakih terjaga, seluruh Bali akan merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Restorasi Menjangkau Struktur Kosmologi Besakih

Restorasi dilakukan menyeluruh mengikuti struktur kosmologi kawasan Besakih, antara lain:
Catur Lokapala: Pura Gelap (timur), Pura Kiduling Kreteg (selatan), Pura Ulun Kulkul (barat), dan Pura Batu Madeg (utara)
Catur Eswarya: Pura Pasimpangan dan Pura Paninjoan
Catur Lawa: Pura Ratu Dukuh, Pura Ratu Pasek, Pura Ratu Panyarikan, Pura Ratu Pandhe, serta Pura Ida Ratu Pesimpenan
Kahyangan penting lainnya seperti Pura Basukian Puseh Jagat, Pura Goa Raja, Pura Dalem Prajapati Hyang Aluh, Pura Bangun Sakti, Pura Tirta Wasuki, dan Pura Tirta Pengayu-ayu

Berita Terkait:  Restorasi 30 Parahyangan Dimulai, Gubernur Koster Kembalikan Besakih ke Pakem Leluhur

Sebelumnya, tahap pertama penataan kawasan Besakih telah rampung dengan anggaran sekitar Rp911 miliar, difokuskan pada penataan kawasan luar dan fasilitas umum.

Secara historis, Besakih merupakan pusat pemujaan umat Hindu Bali sejak abad ke-8 yang berkaitan erat dengan perjalanan spiritual Dang Hyang Markandeya. Kompleks suci ini juga merepresentasikan filosofi Tri Hita Karana sebagai dasar pembangunan Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Melalui penataan bertahap ini, pemerintah menargetkan restorasi 30 pura rampung pada November 2026, sehingga kawasan Parahyangan Besakih tetap terjaga kesuciannya sekaligus memberi kenyamanan bagi umat Hindu dari Bali, Indonesia, hingga mancanegara yang tangkil dan bersembahyang di pusat spiritual Pulau Dewata. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI