Barometer Bali | Denpasar – Wayan Koster menyatakan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Bali untuk mendukung penyelenggaraan Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 yang akan digelar pada 10–12 Juli 2026 di Universitas Hindu Indonesia Denpasar.
Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan dengan kesiapan Pemerintah Provinsi Bali menjadi tuan rumah welcome reception bagi delegasi mancanegara di Jaya Sabha.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi panitia GHBC di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Rabu (15/4/2026).
Menurut Koster, penyelenggaraan GHBC memiliki nilai strategis karena selaras dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan budaya, spiritualitas, dan kemandirian ekonomi sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi Bali mendukung penuh penyelenggaraan Global Hindu Business Conference 2026 sebagai forum strategis yang memperkuat posisi Bali tidak hanya sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga sebagai pusat ekonomi global berbasis nilai Dharma.
“Kami siap menyambut para delegasi internasional melalui welcome reception di Jaya Sabha sebagai bentuk komitmen Bali membangun jejaring ekonomi global yang berlandaskan budaya dan spiritualitas,” tegas Gubernur Koster.
Konferensi internasional ini mengusung tema “Towards Dharmanomics: Designing The Future”, yang menekankan pentingnya pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis nilai Dharma melalui kolaborasi global antara pelaku usaha, intelektual, dan pemimpin komunitas Hindu dari berbagai negara.
Anggota Panitia GHBC, Dr Ketut Jaman menjelaskan bahwa konferensi ini dirancang sebagai wadah strategis untuk memperkuat jejaring ekonomi global berbasis nilai sekaligus membuka peluang investasi internasional ke Indonesia, khususnya Bali.
“Global Hindu Business Conference 2026 dirancang sebagai momentum strategis untuk membangun jejaring global pengusaha Hindu sekaligus memperkenalkan konsep Dharmanomics sebagai pendekatan ekonomi berbasis nilai,” jelas Ketut Jaman didampingi anggota panitia Dr Ketut Susila Dharma.
Ia menuturkan antusiasme peserta dari berbagai negara menunjukkan bahwa Bali memiliki posisi penting sebagai pusat kolaborasi ekonomi global berbasis kearifan lokal dan spiritualitas.
Susila Dharma menambahkan, hingga saat ini pendaftaran peserta dan narasumber telah diterima dari sejumlah negara seperti Malaysia, India, Nepal, dan Mauritius. Panitia menargetkan jumlah peserta mencapai sekitar 300 hingga 400 orang, dengan tren minat yang terus meningkat.
“GHBC sendiri merupakan kelanjutan dari Deklarasi Nusantara yang diinisiasi Prajaniti Hindu Indonesia bersama Global Hindu Federation, Pasraman Bali Eling Spirit, serta Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa pada Oktober 2024. Inisiatif tersebut kemudian melahirkan Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN) sebagai fondasi penguatan jejaring pengusaha Hindu global,” papar Susila Dharma.
Selain menjadi forum konferensi internasional, GHBC 2026 juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi berbasis komunitas melalui penguatan UMKM dan Desa Adat sebagai pilar ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi internasional yang terus berkembang, GHBC 2026 diproyeksikan menjadi momentum strategis yang mengangkat Bali sebagai pusat ekonomi global berbasis nilai sekaligus memperluas peluang kolaborasi dunia menuju kesejahteraan berkelanjutan berlandaskan Dharma,” pungkas Susila Dharma. (red)











