Barometer Bali | Denpasar – Panitia kolaborasi Kodam IX/Udayana, Kadin Bali, Polda Bali, Pemprov Bali, dan Pemkot Denpasar menyiapkan tiga layar lebar untuk gelaran nonton bareng (nobar) laga final Piala Dunia FIFA 2026 di Lapangan Puputan Badung, Kota Denpasar.
Penambahan dua layar lebar tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penonton pada laga perebutan posisi ketiga dan final Piala Dunia 2026. Laga perebutan posisi ketiga dijadwalkan berlangsung Minggu (19/7/2026) pukul 02.00 WITA, sedangkan laga final digelar Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WITA.
Ketua Kadin Bali Made Ariandi mengatakan, dua layar tambahan akan dipasang di sisi kiri dan kanan panggung utama. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus menambah kemeriahan Festival Rakyat 2026 yang digelar sejak 15 Juli 2026.
“Melihat antusiasme warga dan pertandingan yang akan menghadirkan tim-tim unggulan dunia, kita perkirakan penonton akan membludak,” ujar Made Ariandi didampingi Ketua Panitia Ketut Angpribawa dan Kadis Kominfos Kota Denpasar Gde Wirakusuma, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, pada sesi-sesi nobar sebelumnya, penonton terlihat sangat ramai dan berdesak-desakan di depan satu layar utama. Karena itu, penambahan layar menjadi tiga diharapkan mampu memberikan sajian nobar yang lebih nyaman bagi masyarakat Bali.
“Penambahan menjadi tiga layar lebar juga untuk mengantisipasi membludaknya penonton di sesi final yang pasti ingin menyaksikan laga terbaik tim kesayangannya secara beramai-ramai,” katanya.
Selain menambah layar, panitia juga memastikan dukungan bagi pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner. Kadis Kominfos Kota Denpasar Gde Wirakusuma mengatakan, stand makanan dan minuman akan beroperasi sepanjang pelaksanaan nobar dua hari terakhir.
“Ada sekitar 80 UMKM makanan dan minuman dari 100 UMKM yang berpartisipasi dalam event ini. Sebagian besar stand makanan dan minuman sudah bersedia hadir saat sesi nobar nanti,” ujarnya.
Untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat, Pemkot Denpasar juga menambah satu mobil toilet sehingga total terdapat dua unit toilet yang disiapkan di lokasi nobar.
Festival Rakyat 2026 tidak hanya menghadirkan nobar, tetapi juga bazar UMKM dan berbagai pertunjukan seni. Sejumlah band anak-anak, remaja, hingga dewasa turut memeriahkan acara, di antaranya SuperBeatz, Six Aura, Thunder Wave, Twenty Ten, Starlight, Kalafaa, Slow Avenue, Sparkle Five, Rahwana, dan DK481.
Selain itu, masyarakat juga akan disuguhi pertunjukan zumba, line dance dari LIDI (Line Dance Indonesia), serta dansa dari IODI Bali. Band Kodam IX/Udayana juga konsisten tampil menghibur masyarakat sejak hari pertama hingga akhir gelaran.
Direktur Utama LPP TVRI Tubagus Fiki C. Satari menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan nobar Piala Dunia 2026 di berbagai daerah, termasuk Bali. Menurutnya, kegiatan nobar bukan sekadar hiburan olahraga, tetapi juga menjadi strategi TVRI untuk memperluas jangkauan siaran publik sekaligus mendorong perekonomian lokal melalui keterlibatan UMKM.
“Nonton bareng menjadi momentum penting untuk menghadirkan siaran publik yang inklusif, menjangkau lebih banyak masyarakat, sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan UMKM di berbagai daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun TVRI Bali, Ir. I Gede Mustito, M.Si., mengatakan TVRI Bali Renon juga menyiapkan nobar bagi masyarakat. Kegiatan tersebut akan dikemas dengan fun games berhadiah merchandise serta kehadiran tenant kuliner UMKM.
Antusiasme masyarakat Bali terhadap Piala Dunia FIFA 2026 terus menunjukkan tren positif. Hingga 17 Juli 2026, TVRI mencatat sebanyak 272 titik nobar telah tersebar di seluruh wilayah Bali, baik yang bersifat komersial maupun nonkomersial.
Melalui gelaran Festival Rakyat 2026, panitia berharap nobar final Piala Dunia dapat menjadi ruang interaksi sosial yang positif, memperkuat kebersamaan masyarakat, serta memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. (rah)











