Barometer Bali | Denpasar – Potongan video yang menampilkan momen pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster dengan anggota DPD RI Ni Luh Djelantik di kawasan Art Center Denpasar ramai beredar di media sosial dan memicu beragam tanggapan publik.
Video singkat tersebut disertai narasi yang menilai sikap Gubernur Bali kurang berkenan saat berpapasan dengan Ni Luh Djelantik. Namun, Tim Komunikasi Gubernur Bali menyatakan bahwa potongan video yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan situasi di lapangan.
Kronologi kejadian menurut Tim Komunikasi
Berdasarkan penjelasan Tim Komunikasi Gubernur Bali, I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati atau yang akrab disapa Gus Wawan, peristiwa tersebut terjadi saat Gubernur Koster tengah menjalankan tugas protokoler sebagai tuan rumah dalam rangka menyambut kedatangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno pada acara Dharma Shanti Nasional di Art Center Denpasar.
“Dalam situasi tersebut, Gubernur disebut bergerak cepat menuju pintu masuk utama karena rombongan Menko PMK telah memasuki area kegiatan. Saat berpapasan dengan rombongan lain, termasuk Ni Luh Djelantik, Gubernur tetap menyalami yang bersangkutan meskipun dalam kondisi terburu-buru menjalankan agenda penyambutan tamu negara,” terang Gus Wawan.
Tim Komunikasi menilai video yang beredar hanya menampilkan potongan momen tertentu tanpa memperlihatkan konteks kegiatan secara utuh.
Tanggapan Tim Komunikasi Gubernur
Perwakilan Tim Komunikasi Gubernur Bali, I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati yang akrab disapa Gus Wawan menyayangkan berkembangnya narasi yang dinilai tidak mencerminkan situasi sebenarnya.
Menurutnya, dalam peristiwa tersebut Gubernur sedang menjalankan tugas protokol resmi sehingga harus bergerak cepat menuju lokasi penyambutan.
“Kami menilai munculnya interpretasi negatif terhadap potongan video tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat apabila tidak dilihat secara utuh,” tandas Gus Wawan.
Imbauan agar publik bijak menyaring informasi
Tim Komunikasi Gubernur Bali mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terutama konten video pendek yang tidak menampilkan keseluruhan peristiwa.
“Masyarakat juga diharapkan tetap menjaga suasana kondusif dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu menggambarkan fakta secara lengkap,” pungkas Gus Wawan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat keterangan resmi lanjutan dari pihak Ni Luh Djelantik terkait penjelasan yang disampaikan Tim Komunikasi Gubernur Bali. (red)










