Tuesday, 20-02-2024
Pendidikan

12 Ribu Orang Tes Calon ASN di ITB STIKOM Bali

Foto: Rektor ITB STIKOM Bali Dr Dadang Hermawan (tengah) didampingi Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., (kiri) dan Ketua Panitia Test CASN Denpasar Eko Indra Wahyudi (kanan) saat konferensi pers di ITB STIKOM Bali, Jumat (17/11/2023). (Sumber: Ngurah Dibia)

Denpasar | barometerbali – Untuk pertama kalinya ITB STIKOM Bali dipercaya dan dipilih untuk menggelar Test Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) diikuti 12.000 orang, baik ASN penuh maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) se-Bali, bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Kantor Regional X BKN Denpasar di kampus setempat, Jumat (17/11/2023).

Dalam konferensi pers, Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan memaparkan testing Calon ASN memerlukan penanganan yang sangat detail dan rahasia hingga jalur pintu masuk di areal ITB STIKOM Bali dilakukan pemeriksaan ekstra ketat dan steril.

“Itu semua adalah prosedur yang harus dilaksanakan oleh BKN dalam hal ini Panitia Perekrutan atau Panitia Testing para Calon ASN yang ada di seluruh Bali,” ungkap Dadang Hermawan didampingi Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., dan Ketua Panitia Test CASN Denpasar Eko Indra Wahyudi, Jumat (17/11/2023).

Tak hanya sebagai lembaga pendidikan IT, dipilihnya ITB STIKOM Bali, karena lokasinya sangat strategis, yaitu di tengah kota dan pusat pemerintahan, yang notabene ASN mereka berada dekat lokasi testing.

“ITB STIKOM Bali merupakan ring satu yang jarang mati listrik, dikarenakan jika mati listrik dianggap momok utama bagi kegiatan-kegiatan yang sangat erat kaitannya dengan power berhubungan langsung dengan pusat. Ini tidak menggunakan wifi lokal. Mereka langsung tembak pakai Telkomsat namanya langsung satelit,” tuturnya.

Bahkan, tiga hari sebelum hari-H,  langsung pasang satelit di areal ITB STIKOM Bali, sehingga panitia tidak bisa akses wifi dan hal-hal lainnya.

“Istilahnya kami penyelenggara sarpras dipercaya penyelenggara gedung dan semuanya dipercaya untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini,” tambahnya.

Soal peserta ASN yang mendaftar, termasuk PPPK berjumlah sekitar 9.000 hingga 12.000 orang seluruh kabupaten/ kota di Bali, yang pelaksanaan testing dimulai dari 9-26 November 2023.

Dari 12.000 orang pendaftar tersebut, lanjutnya kemungkinan sekitar 20-30 persen diterima.

Soal peserta ASN yang mendaftar, termasuk PPPK berjumlah sekitar 9.000 hingga 12.000 orang seluruh Kabupaten/ Kota di Bali, yang pelaksanaan testing dimulai dari 9-26 November 2023.

Dari 12.000 orang pendaftar tersebut, lanjutnya kemungkinan sekitar 20-30 persen diterima.

“Suatu peluang kesempatan bagi ITB STIKOM Bali berkat dukungan dan persetujuan dari pihak Yayasan, maka kami dapat melaksanakan hal itu,” terangnya.

Dengan banyaknya jumlah pendaftar ASN Dadang Hermawan menyebutkan ITB STIKOM Bali semakin dikenal masyarakat dan menjadi pasar bagi mahasiswa mengambil S2.

“Masalah kepercayaan, pak Eko yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia di ITB STIKOM Bali oleh BKN. Di STIKOM sendiri adalah Beliau salah satu Direktur NPC sebagai anak perusahaan STIKOM,” ungkapnya.

Soal kepercayaan itu sangat luar biasa, karena menurutnya lokasi testing ini biasanya dilakukan di tempat-tempat yang keamanannya atau safety terjamin ekstra ketat. Demikian pula, SDM dianggap cukup mumpuni, sekaligus bisa menjaga kerahasiaan.

“Secara IT pun kita punya security IT atau komputer security dan komputer forensik juga kita punya. Itu pun menjadi pertimbangan BKN untuk memilih ITB STIKOM Bali,” tandasnya.

Dengan adanya test CASN tersebut, pihak ITB STIKOM Bali mengakui tidak mengganggu proses pembelajaran. Kalaupun ada, kata Dadang, kemungkinan para mahasiswa akan masuk ke lantai III yang berisi beberapa kelas yang memang tidak bisa dilaksanakan secara online.

Bahkan, pihaknya melakukan
sistem pembelajaran lewat online atau online reading. Kemudian, minggu ini dilakukan UTS lewat online dan minggu depan disebut sebagai pembelajaran minggu kedelapan.

“Jadi, yang online tetap online. Namun, yang tidak online ke lantai III mesti belajar. Sekarang para mahasiswa sedang UTS secara online, sehingga mata kuliah yang diberikan tetap berjalan dan tidak terganggu, seperti yang diharapkan berjalan semuanya,” harap Dadang Hermawan.

Selanjutnya Ketua Panitia Test CASN Denpasar, Eko Indra Wahyudi menambahkan, ITB STIKOM Bali ditunjang sekitar 315-318 perangkat komputer yang dipersiapkan, dengan test sendiri berjumlah 300 orang per sesi, sehingga sehari bisa dibagi dalam tiga sesi, yang keseluruhannya berjumlah 900 orang.

“Nah, untuk memenuhi hal itu, kita sediakan aula dengan jumlah kapasitas 260 orang, ada ruang B jumlahnya 400 orang dan ruang C sebagai back up ruangan,” rincinya.

Ia menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan testing sekelas ini dengan tingkat kerahasiaan sangat tinggi.

“Hal itu bisa dicek setelah acara test tentunya, karena pada saat test tidak boleh difoto. Setelah test, ruangan itu disegel. Saya pun sebagai Ketua Panitia tidak boleh masuk, apalagi panitia lainnya,” tegasnya.

Soal materi tes, lanjutnya telah dipersiapkan pihak BKN pusat, dengan memakai sistem yang bisa dilihat nilainya.

“Ada skor nilai, di situ bisa dilihat. Jadi, tidak bisa lagi memungkinkan untuk bahasa titip menitip dan ngk bisa kita itu mengkondisikan bahwa dia disupport dari luar, tanda kutip ya. Kecuali kita mencegah adanya joki untuk masuk, sehingga pengamanan kita ekstra ketat,” tambahnya.

Sebelumnya, selaku penyelenggara kegiatan biasanya Kodam IX/Udayana atau digelar di GOR Ngurah Rai dan gedung pemerintahan. Namun, sekarang pihaknya mencoba mengajukan untuk menambah kapasitas supaya mereka tidak terlalu lama, akhirnya menggandeng pihak ITB STIKOM Bali sebagai rekanan swasta, cuma harus memenuhi kriteria.

“Kita dipercaya, karena jaringan internet kita bagus dan infrastruktur juga bagus untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan internet,” pungkas Eko. (213)

Editor: Ngurah Dibia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button