MENGHADAPI masyarakat yang sedang kesulitan membutuhkan keberanian tersendiri. Apalagi ketika persoalan menyangkut BBM, kebutuhan yang langsung memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Gubernur Bali Wayan Koster memilih turun langsung ke SPBU untuk melihat kondisi antrean dan menemui warga. Ia mengambil risiko menghadapi suasana yang mungkin tidak nyaman, ketika masyarakat membutuhkan jawaban atas persoalan yang mereka alami.
Pejabat yang hanya mengandalkan laporan berpotensi kehilangan gambaran utuh tentang keadaan di lapangan. Sebaliknya, turun langsung membuka ruang untuk mendengar keluhan tanpa perantara.
Langkah Koster patut dilihat sebagai bagian dari tanggung jawab seorang pemimpin. Namun, masyarakat juga berhak menilai tindak lanjutnya. Apakah distribusi semakin lancar? Apakah antrean berkurang? Apakah warga kembali mendapatkan BBM tanpa harus menunggu lama?
Keberanian menghadapi protes adalah satu hal. Kemampuan menyelesaikan persoalan adalah hal lain. Pemimpin yang kuat harus mampu menunjukkan keduanya. (red)










