Barometer Bali | Denpasar – Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-5 Partai Buruh Provinsi Bali yang digelar di Hotel Inna Sindu, Sanur, Denpasar, Selasa (24/2/2026).
Dalam arahannya, Said Iqbal menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi untuk memperkuat basis politik pekerja sekaligus mendorong terwujudnya negara sejahtera (welfare state). Ia menyampaikan harapan besar kepada kepemimpinan I Made Suyanta di Bali agar mampu menjalankan perjuangan partai secara konsisten.
“Boleh orang menjadi kaya, tetapi jangan sampai memiskinkan rakyat. Redistribusi kekayaan harus hadir dalam bentuk jaminan sosial yang nyata,” tegasnya.
Iqbal menekankan bahwa arah kebijakan anggaran, baik APBN maupun APBD termasuk di Bali, harus difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan rumah sakit, sekolah, fasilitas publik, serta penguatan sistem jaminan sosial.
Target Elektoral di Bali
Selain penguatan ideologi, Partai Buruh juga memasang target politik pada Pemilu mendatang. Untuk tingkat nasional, Bali diharapkan mampu menyumbang minimal satu kursi DPR RI. Sementara di tingkat provinsi, ditargetkan dua kursi DPRD Bali.
Adapun di tingkat kabupaten/kota, Partai Buruh membidik minimal satu kursi di setiap daerah, dengan peluang peningkatan hingga dua kursi di wilayah tertentu.
“Dengan kursi legislatif, kita bisa mendorong Perda yang melindungi rakyat, terutama saat sektor seperti pariwisata mengalami penurunan,” jelas Iqbal.
Fokus Perlindungan Pekerja
Iqbal menegaskan, perjuangan Partai Buruh tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga pekerja informal seperti pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, hingga pekerja sektor pariwisata.
Ia juga menyoroti pentingnya kepastian pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), perlindungan bagi pekerja berbasis digital (gig worker), serta pengawasan program publik seperti jaminan kesehatan gratis dan bantuan sosial.
Duet Suyanta–Parikesit Dinilai Kuat
Dalam kesempatan tersebut, Said Iqbal menyatakan optimisme terhadap duet kepemimpinan I Made Suyanta dan I Putu Parikesit di Bali. Ia menilai kombinasi keduanya menjadi kekuatan strategis dalam membangun partai.
“Pak Suyanta pebisnis yang punya kepedulian pada rakyat kecil, Pak Parikesit berpengalaman di perusahaan internasional. Ini duet yang kuat,” ujarnya.
Musda–Muscab V ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi bagi Partai Buruh Bali untuk memperkuat struktur organisasi, memperluas basis massa, serta menatap Pemilu 2029 dengan lebih percaya diri. (red)











