Empat Zona Tuntas, KPU Tabanan Matangkan Kesiapan Pemilos

InCollage_20261009_160157090
KPU Tabanan dalam Bimtek Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Serentak Tingkat SMP, SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Tabanan Tahun 2026 pada 6–9 Oktober 2026

Barometer Bali | Tabanan – Demokrasi tidak hanya dipelajari melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga perlu dipraktikkan sejak dini. Semangat inilah yang menjadi landasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan dalam menuntaskan rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Serentak Tingkat SMP, SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Tabanan Tahun 2026.

Bimtek yang berlangsung selama empat hari, pada 6–9 Oktober 2026, telah diselesaikan di empat zona wilayah Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mematangkan kesiapan sekolah peserta menuju pemungutan suara serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober 2026.

Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Tabanan tidak hanya mendorong kesiapan teknis pelaksanaan Pemilihan OSIS (Pemilos), tetapi juga memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda, khususnya para siswa yang kelak akan menjadi pemilih pemula.

Empat zona tuntas, persiapan menuju hari pemungutan suara

Rangkaian bimtek dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan Pembina OSIS dan Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dari sekolah-sekolah peserta.

Pelaksanaan dimulai pada Selasa, 6 Oktober 2026, di SMAN 1 Baturiti untuk wilayah Kecamatan Baturiti dan Penebel. Pada Rabu, 7 Oktober 2026, kegiatan berlanjut di SMAN 1 Selemadeg dengan peserta dari Kecamatan Selemadeg Timur, Selemadeg, Selemadeg Barat, dan Pupuan.

Selanjutnya, pada Kamis, 8 Oktober 2026, bimtek dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor KPU Kabupaten Tabanan untuk sekolah-sekolah di Kecamatan Tabanan dan Kerambitan. Rangkaian kegiatan kemudian dituntaskan pada Jumat, 9 Oktober 2026, di SMAN 1 Kediri dengan peserta dari Kecamatan Kediri dan Marga.

Berita Terkait:  Golkar Bali Bidik Dukungan hingga Dusun, Demer Minta Popularitas Kader Jadi Pendulang Suara

Ketua KPU Kabupaten Tabanan, I Wayan Suwitra, membuka kegiatan bimtek di zona-zona yang telah dijadwalkan. Dalam kegiatan tersebut, jajaran KPU Kabupaten Tabanan bersama Bawaslu Kabupaten Tabanan memberikan pembekalan teknis terkait mekanisme pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sekolah.

Pembekalan ini bertujuan menyamakan pemahaman panitia, sehingga setiap sekolah dapat mempersiapkan pelaksanaan Pemilos secara tertib, terencana, dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.

Ketua KPU Tabanan: demokrasi harus dibiasakan sejak sekolah

Ketua KPU Kabupaten Tabanan, I Wayan Suwitra, menegaskan bahwa Pemilos memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi melalui pengalaman langsung.

“Pemilos bukan sekadar memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Lebih dari itu, ini adalah ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami arti demokrasi, mengenal hak dan tanggung jawab dalam memilih, serta menghargai perbedaan pilihan. Kita ingin demokrasi tidak hanya dipahami sebagai teori di sekolah, tetapi juga dipraktikkan secara jujur, tertib, dan bertanggung jawab,” jelas I Wayan Suwitra.

Ia berharap pengalaman mengikuti Pemilos dapat menjadi bekal awal bagi para siswa ketika kelak menggunakan hak pilih dalam pemilu dan pemilihan yang sesungguhnya.

Berita Terkait:  Bahlil Ajak Golkar Bali Perjuangkan Kesejahteraan Rakyat dan Rangkul Semua Kekuatan Politik

“Pemilih yang cerdas tidak terbentuk secara instan. Kesadaran untuk memilih dengan bertanggung jawab perlu ditumbuhkan sejak dini, salah satunya melalui praktik demokrasi di lingkungan sekolah. Dari sinilah kita menyiapkan generasi yang tidak hanya memahami hak pilihnya, tetapi juga menghormati pilihan orang lain dan menerima hasil pemilihan secara demokratis,” tambahnya.

Pemilos bukan sekadar memilih, tetapi membentuk karakter demokratis

Pemilos Serentak 2026 menjadi miniatur pelaksanaan pemilu di lingkungan sekolah. Melalui proses ini, siswa memperoleh pengalaman langsung tentang tahapan pemilihan, mulai dari persiapan penyelenggaraan, pemungutan suara, hingga penghitungan suara.

Lebih dari aspek teknis, Pemilos juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai partisipasi, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Para siswa belajar bahwa setiap suara memiliki arti, setiap pilihan perlu dihormati, dan proses pemilihan harus dijalankan dengan menjunjung tinggi kejujuran serta aturan yang berlaku.

Sekolah dengan demikian tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter demokratis. Pengalaman ini diharapkan dapat membantu siswa menjadi warga negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab ketika kelak berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.

Kolaborasi lintas lembaga untuk masa depan demokrasi

Penyelenggaraan Pemilos Serentak 2026 merupakan wujud kolaborasi KPU Kabupaten Tabanan bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Bawaslu Kabupaten Tabanan, serta KNPI Kabupaten Tabanan.

Berita Terkait:  47 Gen Z Jadi Pengurus Golkar Bali, Demer: Teladani Bahlil dari Sopir Angkot Jadi Ketum Golkar

Sinergi lintas lembaga ini menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi membutuhkan keterlibatan bersama. Penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan unsur kepemudaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemilos diharapkan menjadi kegiatan pendidikan yang tidak berhenti pada proses pemilihan pemimpin organisasi siswa, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya demokrasi yang sehat dan partisipatif di lingkungan sekolah.

Menuju 21 Oktober 2026: saatnya sekolah memantapkan persiapan

Dengan tuntasnya bimtek di empat zona, tahapan pembekalan teknis bagi sekolah peserta telah diselesaikan. Selanjutnya, masing-masing sekolah diharapkan memantapkan persiapan, berkoordinasi dengan pihak terkait, dan memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan pemungutan suara siap menjelang 21 Oktober 2026.

KPU Kabupaten Tabanan berharap Pemilos Serentak 2026 dapat berlangsung dengan tertib dan menjadi pengalaman demokrasi yang bermakna bagi seluruh siswa yang terlibat.

Sebab, membangun demokrasi tidak cukup hanya dilakukan menjelang pemilu. Demokrasi perlu dikenalkan, dipraktikkan, dan dibiasakan sejak dini, mulai dari lingkungan sekolah.

Dari sekolah, demokrasi dipelajari. Melalui Pemilos, demokrasi dipraktikkan. Untuk masa depan, pemilih cerdas dan bertanggung jawab dipersiapkan.

 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI