Thursday, 22-02-2024
Kamtibmas

“KPU Curang”, Massa Rusuh Dihadang Polisi

Pelatihan Sispamkota, Bupati Tamba Harap pemilu lancar dan kondusif 

Foto: Adegan penanganan kerusuhan dalam simulasi polisi dalam melalui pelatihan sistem pengamanan dalam kota (Sispamkota) dalam rangka pengamanan Pemilu 2024 di halaman GOR Kresna Jvara, Jembrana, Jumat (6/10/2023). (Adi/Hms Pemkab Jembrana)

Jembrana | barometerbali – Kondisi suhu politik memanas, sejumlah massa “ngelurug” ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jembrana karena kecewa dan menganggap penyelenggara pemilu tersebut curang. Akibatnya massa yang menggelar unjuk rasa berubah menjadi rusuh dan melempari aparat kepolisian yang bertugas mengamankan tempat tersebut. Beruntung hal itu hanya sebuah simulasi pelatihan sistem pengamanan dalam kota (Sispamkota) untuk pengamanan pemilu tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan pengamanan tahapan Pemilu tahun 2023-2024 di Kabupaten Jembrana.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengapresiasi kepada Polres Jembrana dalam melaksanakan Sispamkota dan berharap seluruh tahapan berjalan dengan lancar hingga pascapemilu nanti.

“Semoga nanti dalam tahapan awal sampai nanti pada massa kampanye pencoblosan, 14 Februari 2024 serta pascapemilu tetap kondusif. Kita juga harapkan bersama semua tahapan pemilu berjalan aman, tentram serta juga memberikan rasa nyaman,” ujarnya, usai menghadiri kegiatan Sispamkota, di halaman GOR Kresna Jvara, Jembrana, Jumat (6/10/2023). Nampak hadir Wabup IGN Patriana Krisna serta Forkopimda Kabupaten Jembrana. 

Sementara Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk reseprentasi dari kesiapan Polres Jembrana atas tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh negara dan seluruh masyarakat indonesia untuk menjamin keamanan, ketertiban , dan kelancaran demi suksesnya penyelenggaraan pemilu tahun 2024. 

“Kepercayaan ini tentunya harus kita jawab dengan kesungguhan dan keikhlasan hati kita dalam melaksanakan tugas pengamanan sehingga rasa aman yang menjadi dambaan seluruh warga masyarakat betul-betul kita dapat wujudkan,” jelasnya. 

Menurutnya, simulasi sispamkota ini merupakan kesiap siagaan saat menghadapi situasi kondisi konflik sosial dalam rangka pemilu tahun 2024.

“Pemilu tahun 2024 memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas dalam kacamata kamtibmas peningkatan intensitas kegiatan politik ini tentu dapat memunculkan potensi kerawanan di bidang keamanan, berbagai potensi kerawanan yang telah dipetakan untuk dilakukan upaya penanganan secara profesional dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya menuturkan bahwa  Polres Jembrana sudah mempersiapkan kegiatan ini dari beberapa bulan yang lalu, mulai dari persiapan sarana prasarana, dan mempersiapkan personel yang akan dilibatkan di setiap tahapan yang ada dalam pemilu.

“Kemarin kita melakukan latihan praoperasi kemudian peninjauan lapangan di tempat-tempat yang akan kita lakukan pengamanan yang rawan  atau menjadi potensi untuk didatangi oleh masyarakat yang akan melakukan kegiatan-kegiatan dalam pemilihan umum,” jelasnya. 

Ia berharap agar seluruh personel dapat mengikuti latihan ini dengan serius dan bersungguh-sungguh. Dia juga mengingatkan bahwa latihan ini bukan hanya rutinitas, tetapi merupakan persiapan nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan pemilihan umum.

“Kegiatan latihan ini menjadi bagian dari upaya Polres Jembrana dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Pemilu 2023-2024,” tandasnya.

Editor: Ngurah Dibia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button