Sunday, 21-07-2024
Peristiwa

Wakil Ketua MPR: 1208 Wartawan Meninggal Karena Covid-19

Denpasar | barometerbali – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah tampil sebagai pembicara secara virtual sekaligus membuka acara Webinar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan tema “Peran Pers dalam Menggelorakan Empat Pilar Kebangsaan dalam Masa Pandemi Covid19”. Ia mengajak para insan pers membantu upaya negara memerangi penyebaran Covid-19. Webinar ini digelar MPRRI bekerjasama PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Bali di Gedung PWI Bali, kawasan Niti Praja Lumintang, Jumat (27/8/2021).

Ahmad Basarah menganalogikan virus SARS-CoV2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 sebagai tentara siluman. Hanya saja, pasukan tak kasat mata itu tidak pernah memandang tengkuk musuhnya. Semua bisa saja jadi korban keganasan pasukan maya itu.

Dalam arahannya, Ahmad Basarah mengingatkan di era pandemi Covid-19 ini sosialisasi empat pilar kebangsaan Indonesia tetap harus digelorakan dalam menghadapi perang melawan pandemi.

“Dalam perang konvensional mengenal konvensi hukum perang. Aturannya tidak boleh membunuh warga sipil, tenaga medis, anak-anak dan jurnalis. Namun Covid-19 ini tak mengenal itu” tandas Ahmad Basarah.

Ahmad menyebut data, dari 1.636 lebih tenaga kesehatan (nakes) telah menjadi korban Covid-19. Kemudian, data tim Gugus Covid-19 mencatat, jumlah anak yang positif hingga 13 Juli 2021 sebanyak 328 ribu anak, berusia 0-18 tahun. Data Satgas Penanganan Covid-19 per Juni 2021 menyebutkan sebanyak kurang lebih 27.797 lansia meninggal akibat Covid-19. Selain itu, data Press Emblem Campaign (PEC) mencatat sampai Mei 2021, Covid-19 telah merenggut nyawa 1.208 jurnalis (wartawan).

“Jadi semua yang diatur dalam hukum perang yang tidak boleh dilanggar, tidak berlaku oleh tentara siluman Covid-19, semua bisa jadi korban virus ini,” cetusnya.

Karenanya, dia mengajak media dan insan pers turut membantu upaya pemerintah dalam memerangi Covid-19 yang masih akan menjadi ancaman serius dalam beberapa tahun mendatang.

Ia kembali menambahkan data per tanggal 23 Agustus 2021 diketahui kasus terkonfirmasi di seluruh dunia sudah mencapai 202 juta orang. Angka kematian sudah mencapai 4,4 juta orang. Peringkat Indonesia di mata dunia awalnya urutan 13. Namun ketika varian Delta melanda Indonesia, korban berjatuhan dan peringkat Indonesia naik pesat mendekati peringkat satu. Kasus kematian meningkat hingga 1000 kasus per hari di bulan Juni hingga Juli 2021.

Menurutnya, peran pers dalam menggelorakan empat pilar kebangsaan di masa pandemi Covid-19 ini sangat penting. “Pers harus menjadi garda terdepan dalam mengembalikan bangsa ini ke semangat awal yakni persatuan dan kesatuan dan gotong-royong dalam memerangi pandemi Covid-19. Perlu harus mendukung kebijakan Jokowi, yang setiap hari berperang melawan pandemi Covid19,” ujarnya.

Salah satunya adalah mengedukasi, menginformasikan yang terbaik dalam perjuangan Pemerintah melawan Covid-19. Berdasarkan pengalaman selama ini, ada juga tokoh politik, Ormas tertentu, pengamat, dan sebagainya yang menolak PPKM, menolak program vaksinasi dan sebagainya. Di sinilah peran pers untuk mengembalikan dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Media harus mengedepankan kepentingan keselamatan bangsa dari serangan pandemi Covid-19 dengan memberikan informasi tentang pelaksanaan protokol kesehatan. Kebebasan berekspresi memang dijamin UU tetapi kebebasan itu dibatasi dengan keselamatan orang lain. (BB/501/tim)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button